dunia kecilku

you’ll never walk alone

Kasus Urip

JAKSA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sarjono Turin akhirnya menuntut Artalyta Suryani alias Ayin dengan pidana maksimal lima tahun penjara, denda Rp 250 juta atau subsider kurungan lima bulan.

Ayin dinilai terbukti menyuap Urip Tri Gunawan SH, ketua tim jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Suap sebesar 660 ribu dolar AS dilakukan Ayin untuk kepentingan Sjamsul Nursalim, obligor BLBI di BDNI.

Tak ada hal-hal meringankan dari Artalyta sepanjang persidangan. Tuntutan pidana itu maksimal karena terdakwa terbukti menyuap penegak hukum, memberikan keterangan berbelit-belit, dan tidak menunjukkan rasa penyesalan.

Posisi KPK tampak tegas dalam perkara ini. Kasus Urip Tri Gunawan terkait dengan BLBI Sjamsul Nursalim, yang perkaranya telah dihentikan penyelidikannya oleh kejaksaan agung (Kejagung). Implikasi perkara dan utusan atas kasus ini sangat luas nantinya.

Mudah-mudahan majelis hakim pengadilan khusus tindak pidana korupsi (Tipikor) sejalan dengan posisi, sikap jaksa, serta fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang secara gamblang memperlihatkan hubungan Urip-Ayin adalah transaksi perkara.

Ada sejumlah kekhawatiran ketika terasa ada sebuah upaya sistematis dari pihak-pihak tertentu untuk membelokkan arah dan isu di media terkait kasus ini. Anggota Dewan Etik Indonesia Corruption Watch (ICW) Bambang Widjojanto termasuk yang merasakannya.

Kasus Urip-Ayin direkayasa agar tidak terkait dengan BLBI. Sikap dan reaksi pejabat Kejagung termasuk yang patut diwaspadai. Pencopotan Jamdatun Untung Udji Santosa tidak menjawab pertanyaan publik karena alasannya hanya soal kredibilitas.

Padahal faktanya, Untung sebagai pejabat tinggi negara berkomunikasi intensif dengan Artalyta, membicarakan skenario penyelamatan, memberikan saran-saran kepada orang yang sedang menghadapi persoalan hukum.

Sebelum Untung, Jampidsus Kemas Yahya Rahman juga dicopot hanya atas dasar kredibilitas.
Fakta yang terungkap dalam sidang, Kemas yang pejabat tinggi negara berkomunikasi intensif
dengan Artalyta, menyampaikan laporan kasus BLBI, seperti kacung melapor ke ndoronya.

Keanehan demi keanehan ini tentu saja menerbitkan berbagai pertanyaan, betulkah Urip hanya bekerja sendirian? Tapi kultur birokrasi dan sistem yang berlaku di kejaksaan membuat semuanya sulit dipercaya. Urip Tri Gunawan pasti tidak bekerja sendirian.

Yang harus diingat publik, kasus Urip bukan perkara suap, pemerasan, dan transaksi perkara pertama yang terungkap. Skandal Jamsostek dengan terdakwa Ahmad Junaedi, eks direktur utama, menjebloskan jaksa bagian pidana khusus Kejagung, Burdju Roni dan Cecep Sunarta, ke penjara.(*)

Juli 7, 2008 - Posted by | kolom

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: