dunia kecilku

you’ll never walk alone

Justice for All: Puzzle Pollycarpus

indra setiawan
Eks Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan bersaksi di persidangan kasus terbunuhnya Munir

SIAPA sebenarnya Kapten Pollycarpus Budihari Priyanto terkuak sudah. Eks dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan memastikan Polly utusan Badan Intelijen Negara (BIN), yang dititipkan dalam penerbangan Garuda ke Singapura di pesawat di mana Munir akhirnya ditemukan tewas diracun arsenik.

Pengakuan Indra itu terungkap dalam persidangan kasus terbunuhnya Munir di PN Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2007) dengan terdakwa Chief Secretary Airbus 330 Rochainil Aini.

“Apakah Anda menugaskan Polly sebagai corporate security dalam penerbangan itu (bersama Munir),” kata Noorrachmat, “Iya” imbuhnya.

“Apakah alasan Polly dijadikan corporate security,” lanjut JPU, “Dia mempunyai basic penerbang dan bisa masuk ke bandara, serta mendapat surat perintah dari BIN,” tuturnya. (baca: http://news.okezone.com/index.php/news/detail/2007/11/13/1/60486)

Kesaksian Indra ini menjadikan puzzle wajah Polly menjadi terang benderang. Kalau kemarin-kemarin potongan-potongan pengakuan mantan agen BIN dan bukti hubungan telepon antara nomer ponsel Polly dan Mayjen Muchdi Pr, eks Deputi Penggalangan BIN, wajah Polly dalam puzzle kasus Munir ini belum jelas betul.

Memang, susunan puzzle itu sudah terbentuk dan wajah Polly sudah mulai terlihat, tapi tambahan bukti pengakuan Indra itu ibarat potongan-potongan terakhir yang menyempurnakan bentuk wajah Polly sesungguhnya.

Sekarang, siapa Polly sesungguhnya sudah 99,9 persen terungkap. Tinggal apakah betul dia yang menuangkan racun arsenik ke makanan/minuman yang dikonsumsi Munir, tentulah harus dibuktikan secara fisik material. Ini perjuangan maha keras yang harus dituntaskan oleh kita semua.

Lantas apakah kalau Polly itu utusan BIN, betulkah pembunuhan Munir merupakan operasi intelijen yang direncanakan secara sistematis oleh organisasi BIN. Ataukah operasi kotor itu merupakan wujud dendam kesumat orang per orang yang pernah berurusan dengan Munir.

Saya pribadi melihat kasus ini personal sifatnya meski menunggangi organisasi. Secara sederhana, di antara orang-orang BIN yang pernah berurusan dengan Munir, hanya satu tokoh yang indikasi-indikasinya mendekati sempurna.

Tokoh ini jatuh, karir militernya jeblok ketika almarhum Munir mengungkap serentetan kasus penculikan aktivis pro demokrasi menjelang kejatuhan Soeharto.

Di jajaran perwira tinggi, tokoh militer yang jatuh ketika itu adalah Letjen Prabowo Subianto (Pangkostrad) dan Mayjen Muchdi Purwoprandjono (Danjen Kopassus).

Penculikan aktivis pro demokrasi, sebagian di antara mereka kini hilang tak tentu rimbanya, dilakukan sekelompok prajurit dan perwira menengah dari Grup V Kopassus dengan sandi Tim Mawar.

Apa ending dari drama kasus Munir ini? Puzzle pertama Polly sudah terungkap! Mari kita sama-sama tunggu puzzle kisah matinya pejuang demokrasi dan hak asasi manusia Indonesia ini tersusun sempurna.

November 13, 2007 - Posted by | Uncategorized

2 Komentar »

  1. Asswrwb…

    Kasus pembunuhan aktivis Munir memang sebuah tragedi yang misterius…sangat sulit dicerna hanya dengan kecerdasan intelektual…perlu melibatkan kecerdasan emosional dan spiritual agak tidak membuat kesalahan baru….

    Dari kacamata kecerdasan spiritual, semua yang terjadi selalu ada maksusd Allah didalamnya, bisa berupa peringatan, hukuman atau ujian…bagi semua yang terlibat, baik sikorban maupun yang menjadi tersangka pelaku pembunuhan….

    Harus dicari alasan, mengapa Allah mengizinkan seorang Munir yang dinilai masyarakat luas sebagai aktivis yang bersih, bisa dibnunuh oleh pembunuh misterius ???…Padahal Nabi Muhamad bersabda: ” Walaupun seribu orang akan mencelakakan kamu, tapi kalau Allah tidak mengizinkan, maka siapapun tidak akan bisa mencelakakan kamu…demikian juga walau semua umat mendoakan kamu selamat, tapi Allah tidak mengizinkan, maka kamu tetap tidak akan selamat…”

    Benar bahwa “Walau besok langit akan runtuh, keadilan tetap harus ditegakan”…tapi jangan sampai dalam upaya menegakan keadilan justru melakukan ketidak adilan….

    Terus terang saya sangat tidak percaya kalau pramugari dan Dirut Garuda ikut konspirasi pembunuhan Munir…tapi toh mereka tetap dijadikan tersangka hanya untuk memuaskan pihak tertentu, tapi bukan untuk menegakan keadilan….

    Kalau pihak BIN dan Pollycarpus memang ada motif nya, sehingga patut diduga ada keterlibatannya…tapi tetap harus bisa dibuktikan secara hukum material…bukan hanya praduga saja….Karena dalam proses pengadilan ada azas “Praduga tak bersalah”…tidak boleh ada penghakiman oleh media massa/pers…

    Kalau sudah berusaha maksimal tetap susah dibuktikan, maka jangan membuat permasalahan menjadi bergeser keluar hukum…

    Kita memang harus tetap menggunakan azas praduga tidak bersalah dan juga pendekatan spiritual bahwa Tuhan akan tetap menghukum mereka yang bersalah dengan caranya sendiri, kalau kita manusia tidak mampu menegakan keadilan…Jangan sampai kita sok pintar dan sok penegak keadilan dan menganggap Tuhan itu tidur dan masa bodoh…

    Yakinilah Ayat Qursi yang menyatakan ” Sesungguhnya hanya Allah yang patut disembah, Tuhan yang tidak pernah tidur dan mengantuk…..Tidak ada yang bisa menyamai ilmu Allah….Tidak ada yang bisa bersembunyi dibelakangnya…Kekuasaannya meliputi langit dan bumi…Allah Maha Besar dan Maha Kuasa..”

    Kasus pembunuhan Munir untuk Allah adalah masalah yang sangat kecil… mintalah tolong pada Allah, jangan merasa paling mengerti hukum dan paling suci sendiri…nanti malah tersesat dan dilaknat oleh Allah swt..

    Komentar oleh nurhana tirtaamijaya | Maret 6, 2008 | Balas

  2. ternyata fakta lebih dari yang anda ungkapkan
    hal tersebut nampak terlalu bodoh bagi intel

    Komentar oleh bourne_rose | Februari 7, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: