dunia kecilku

you’ll never walk alone

Ketularan Virus Anthurium

anthurium kobra

SAYA bukan kolektor atau hobiis berat tanaman hias. Kalaupun sekarang getol beli, meski eceran, jelas juga bukan anggota kelompok bergolongan canggih, yang menguber tanaman hias bernilai jual tinggi, yang angka rupiahnya bisa-bisa bikin sinting.
Saya cuman mengoleksi adenium, aglaonema, caladium, philodendron, alokasia, sanseviera atau lidah mertua, empat anakan beringin –mimpi saya kelak jadi bonsai yang sedap dipandang mata– karena kebutuhan biar rumah yang tak seberapa luas bisa terlihat lebih hijau.
Dua pohon mangga gedong gincu dan arum manis sekarang juga bertengger kokoh di halaman rumah. Sudah dua musim terakhir ini berbuah. Ada juga pohon belimbing wuluh yang berbuah rimbun dari pangkal batang nyaris sampai ujungnya.
Muluk-muluknya sih ingin sedikit memberi kontribusi bagi terciptanya lingkungan hijau biar membantu meredam efek rumah kaca yang membuat lapisan ozon bumi bolong-bolong. Lingkungan kan sekarang jadi isu global yang bulan depan bakal dibahas warga sedunia di Bali.
Masih ada satu lagi tanaman, meski harganya tak seberapa tapi sekarang jadi favorit keluarga kecil kami. Zamioculcas zamiifolia. Ini tanaman asal Afrika yang daunnya hijau segar dan permukaan berkilat-kilat.
Tahan tanpa air dengan perawatan yang tidak sulit, zamioculcas pas dijadikan pajangan di dalam ruangan. Terlebih di bawah siraman lampu neon, spesies dari keluarga araceae (berarti masih sekeluarga dengan anthurium) ini sungguh indah dipandang mata.
Nah, soal tanaman hias, salah satunya anthurium daun yang sekarang lagi merajalela, yang harganya selangit, yang mampu menyulut stres atau sebaliknya malah membuat berseri-seri karena jadi sumber peruntungan, terus terang masih belum level saya.
Bayangkan saja, untuk bibit anthurium jenmanii yang ukuran kecambah saja harganya mampu menggerus isi kantong sampai dasar-dasarnya. Apalagi jenmanii yang sudah jadi, kepala bisa berdenyut-denyut jika terlalu muluk memikirkannya.
Bisa dilihat di Bandung Orchid Festival 2007 di Metro Trade Centre (MTC) sepanjang pekan ini, anthurium mendominasi arena pameran. Anggrek, aglaonema, dan adenium memang masih punya tempat, tapi tanaman yang satu ini benar-benar menyita perhatian.
Jika kita tanya mengapa harga anthurium bisa setinggi langit, dari seorang pakar pun sulit kita menemukan jawaban pasti. Yoe Kok Siong, pemilik Kaliurang Garden Nursery di Yogyakarta punya anthurium yang nilainya hampir Rp 2 miliar!
Tanaman milik Yoe itu menjulang setinggi dua meter, jauh lebih bongsor ketimbang tinggi badan pemiliknya. Panjang daunnya 120-130 cm dan lebar 90 cm. Susunan daunnya bagus, kompak, dan melambai, kian memperindah penampilannya. Itulah anthurium supernova milik Yoe.
Seorang pemilik pabrik rokok besar di Kudus, juga baru saja diwartakan menggondol anthurium indukan senilai Rp 1,2 miliar. Masih banyak kisah-kisah seru terkait histeria anthurium daun, baik yang untung maupun yang buntung, yang sukses maupun yang dibikin stres.
Di Bandung sendiri, sepengetahuan saya histerianya tak sedramatis di Solo, Yogyakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, Semarang, dan daerah-daerah sekitarnya. Padahal dipikir-
pikir, jika di sana jadi peluang bisnis yang menggiurkan, di sini mengapa tidak!
Demam anthurium sepanjang tahun ini di wilayah-wilayah yang saya sebutkan itu mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama di tingkat petani. Mata rantai ekses positifnya tentu saja sangat panjang.
Saya tidak tahu sampai kapan demam anthurium ini akan bertahan. Tapi sepertinya sampai tahun depan pun tanaman yang keindahannya dilihat dari tekstur daun namun rakus ruangan karena ukurannya yang besar ini masih akan bertahan. Peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
Kalau pun tak menjangkau kelas anthurium, menghijaukan lingkungan terdekat dengan tanaman apapun amat berguna. Setidaknya, seperti sedikit saya singgung sebelumnya, membantu menyelamatkan bumi kita dari ambang kehancuran.(*)

November 8, 2007 - Posted by | kolom

1 Komentar »

  1. Jika anda berkomentar demikian saya tidak berbeda. tadinya sekedar hobi setelah mendatangkan keuntungan untuk 1 pot menjual hobi ada rasa sayang, inilah yang menjadi mahal.Tetapi dibalik keuntungan finansial coba koleksi di sekitar anda tanaman yang banar-benar anda suka, pulang kerja, siang/sore atau dikala libur rawatlah tanaman itu. Ada satu hal yang benar-benar luar biasa yang terjadi pada diri anda yaitu kedekatan pada Maha Pencipta. Juga kepenatan dan sakit kepala yang biasa saya alami lambat laun mulai menghilang, asumsi saya kemungkinan karena oksigen yang sampai ke otak langsung terkirim saat itu juga tanpa terkontaminasi oleh polusi udara. Dan dibloger saya itu juga anda bisa melihat anthurium yang saya jual.

    Komentar oleh Hermawan | September 3, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: