dunia kecilku

you’ll never walk alone

Galang Muncul di Sekeloa

Galang difoto saat menerima telepon dari Om Zaki via ponsel Kemal, wartawan Tribun yang mencegatnya sebelum kabur

BANDUNG, TRIBUN- Galang Pekerti Utama, siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta, yang dinyatakan hilang oleh keluarganya, Kamis (1/11) terlacak keberadaannya. Putra mantan dosen FE UGM ini menyewa kamar kos di kawasan kampus Sekeloa Utara, Dipati Ukur, Bandung.
Tribun menemukan Galang di tempat kosnya berkat informasi sejumlah mahasiswa Unikom bandung yang tinggal di kawasan padat mahasiswa tersebut. Sayang, begitu ditemukan Tribun, Galang kabur menggunakan sepeda motor Yamaha F1ZR nopol AB 4547 BZ.
Informasi awal datang dari Reinhart, mahasiswa Unikom yang ngekos di Sekeloa. Dia mengirim pesan ke Tribun via SMS Kamis siang setelah membaca koran Tribun yang memuat foto Galang.
Reinhart dan sejumlah kawannya sempat melihat sebuah sepeda motor terparkir dekat kosan mereka. Setelah dia melihat nomor polisi motor itu, ternyata nomor dan jenis motornya sama persis dengan berita yang dimuat Tribun kemarin.
“Saya melihat nopol motornya AB 4547 BZ dan motornya Yamaha F1ZR warna hitam silver, persis seperti yang dimuat Tribun,” ujar Reinhart sambil mengatakan motor itu terparkir di tempat kos temannya yang bernama Farid.
Mengetahui informasi itu, Tribun kemudian melakukan penelusuran. Saat Tribun tiba di lokasi kosan Farid pada malam tadi sekitar pukul 19.00 dimana disinyalir tempat Galang juga berada di sana, Tribun tidak menemukan adanya motor itu. Namun dari teman Reinhart yang bernama Farid tersebut, Tribun memperoleh keterangan yang mengarah ke ciri-ciri Galang.
“Saya tahu pasti motornya itu jenis Yamaha F1ZR dan nopolnya juga sama seperti yang sebutkan tadi,” ujar Farid. Keyakinan Farid semakin bertambah setelah Tribun memperlihatkan foro Galang seperti yang dimuat Tribun kemarin.
“Ya, orangnya memang seperti dia dan agak pendiam,” katanya.
Namun karena pada jam itu orang yang diduga Galang itu tidak ada di tempat, maka Tribun meninggalkan tempat itu. Setelah beberapa saat kemudain, Tribun menerima informasi dari Farid bahwa Galang sudah kembali ke kosan. Akhirnya Tribun pun kembali ke kostan Farid.
Saat tiba dilokasi, Tribun menemukan orang yang diduga Galang itu ternyata memang Galang Pekerti Utama yang tengah dicari keluarganya di Yofyakarta. Namun, diduga Galang sudah mengetahui bakal kedatangan Tribun. Sehingga saat Tribun tiba, Galang sudah siap akan kabur lagi bersama motor F1ZR-nya.
Ketika Tribun mencoba menahannya, Galang seperti orang yang depresi dan tidak mau bicara sedikit pun. Begitu pun ketika keluarga Galang menelepon untuk minta bicara dengan Galang melalui handphone Tribun, Galang tidak mau bicara sedikitpun.
“Saya nggak mau ngomong mas, jangan halangi saya. Saya nggak mau tambah masalah lagi. Saya juga mau pulang ke Yogya,” begitu ratap Galang saat Tribun bertanya tentang motif dirinya kabur dari Yogya ke Bandung.
Namun saat itu Galang sempat berucap bahwa dirinya akan pulang ke Yogya dan akan kembali ke Bandung empat hari lagi. Menurut dia, malam tadi dia akan ke Yogya naik kereta Lodaya dengan keberangkatan pukul 23.00.
Dan setelah mengatakan itu, tanpa disangka-sangka, Galang memutar gas motornya dan berhasil lolos dari cegatan wartawan Tribun setelah terlebih dulu menabrakkan motornya sehingga mengenai kaki wartawan Tribun.
Terlihat Depresi
Kepergian Galang dari Yogya ke Bandung, memang menjadi tanda tanya besar bagi semua pihak. Tidak saja bagi keluarganya, bahkan juga bagi pemilik Kos, Cahya.
Cahya menuturkan, dirinya baru menerima kehadiran Galang dua hari lalu dan dia pun belum mengenali Galang sepenuhnya. “Namun yang saya tahu, dia itu hanya datang dan pergi dalam sekejap saja ke kosan ini. Jadi saya belum mengenal dia secara pasti,” ujar Cahya.
Memang dalam pengamatan Tribun pun, Galang seperti menyimpan misteri yang dalam. Saat ditanyai Tribun mengenai motif kepergiannya dari Yogya, Galang hanya menjawab,”Saya cuma mau ke temen aja,” ujarnya.
Namun anehnya, saat ditanyai mengenai kekhawatiran dirinya kepada keluarganya di Yogya, Galang seperti tidak mau mendengarnya. “Udah lah mas, jangan menambah masalah lagi. Saya juga mau pulang sekarang ke Yogya,” ujar Galang sambil menambahkan dirinya mau ke Yogya malam tadi juga.
Namun dari mimik mukanya yang selalu tertunduk dan seperti menyimpan amarah mendalam, terlihat jelas ada satu masalah besar terpendam dalam diri Galang sehingga ia nekat kabur dari Yogya ke Bandung.
Zaki Ahmad (36), paman Galang mengatakan, selama ini Galang tidak pernah ke Bandung. Dirinya pun merasa heran kenapa Galang pergi ke Bandung dan seperti mengenal daerah kos-kosan di Bandung. “Saya juga ndak ngerti, dari mana Galang tahu kos-kosan di Bandung. Setahu saya, Galang tidak pernah ke Bandung,” ujar Zaki.
Namun ketika mengetahui kondisi Galang yang sempat tepergok Tribun ada di Bandung, ibunda Galang sempat menaruh harapan tinggi dan bersyukur karena Galang masih selamat.
“Hanya saja, saat ini beliau cemas karena Galang belum juga pulang dan berhasil kabur lagi,” tutur Zaki kepada Tribun melalui telepon malam tadi.
Namun demikian, Zaki mengaku sudah mengutus teman-temannya yang ada di Bandung untuk mencari keberadaan Galang. tadinya dia mau mengirim utusan keluarga ke Bandung.
“Namun saat ini kami menunggu dulu. Siapa tahu Galang memang benar mau ke Yogya,” ujar Zaki penuh harap.
Selanjutnya, pihak keluarga akan menunggu perkembangan dari kabar yang sudah dikirimnya melalui fax ke Polwiltabes Bandung. Karena, menurut Zaki, sambil menunggu kepulangan Galang, pihak keluarga juga akan terus mencari melalui kerabat di Bandung dan Jakarta sambil menunggu hasil laporan polisi.(set/xna)

November 2, 2007 - Posted by | Uncategorized

6 Komentar »

  1. Terimakasih Tribun, dan Terimakasih Mas risna, Mas Kemal. Atas ditemukannya Galang di bandung dan peliputan ini. Meskipun akhirnya Galang kabur lagi dan sampai sekarang belum juga ada kabarnya, thanks banget krn setidaknya kami keluarga yakin bahwa Galang ada dalam keadaan cukup baik.

    Komentar oleh zaki | November 2, 2007 | Balas

  2. Terimakasih untuk seluruh pihak yang telah membantu menemukan saudara kami.

    wassalam
    AUlia

    Komentar oleh aulia | November 3, 2007 | Balas

  3. Terima kasih Tribun, terima kasih mas Krisna dan mas Kemal atas peliputan tentang keponakan kami Galang yang menghilang dari rumah. Juga kepada mas Reinhard (teman mas Farid) mahasiswa Unikom yang berinisiatif memberikan informasi kepada wartawan Tribun. Oh ya, akan lebih bermanfaat lagi seandainya ada teman wartawan (yang lain) yang menulis tentang kisah penemuan oleh wartawan Tribun ini, dan juga pelacakan selanjutnya terntang aktifitas Galang selama di Bandung, bagaimana ia bisa menemukan kos-kosan? Juga kalau perlu ada peliputan bagaimana cara kerja polisi kita ketika menerima laporan anak hilang, apakah mas Krisna Tahu bagaimana mereka bekerja?

    Komentar oleh Arif Setiawan | November 4, 2007 | Balas

  4. Galang sampai hari ini belum masuk sekolah. Tapi kami teman – teman nya menunggu kehadiran ny di sekolah. Menurut teman terdekat Galang, Galang di rumah hny main game di komputer saja. Galang, kami selaku teman-teman mu,menunggu kehadiran mu di sekolah

    Komentar oleh Angkatan 64 SMA 3 yogyakarta | November 11, 2007 | Balas

  5. Apakah tidak pernah di tanya ke pihak keluarga kenapa galang kabur? sepertinya ada masalah yg cukup pelik

    Komentar oleh Kosan di bandung | November 21, 2007 | Balas

  6. halo nggelenk,,apa kabar?

    Komentar oleh edo | Juni 8, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: