dunia kecilku

you’ll never walk alone

Serba Mini di Madurodam

madurodam

JIKA Anda ke Belanda, jangan pernah lewatkan Madurodam. Lebih beruntung jika tujuan bepergian Anda adalah ke Denhaag, karena di ibukota pemerintahan Nederland inilah miniatur negeri tulip ini berada.
Jikapun Anda hanya punya kesempatan pendek ke Amsterdam, Denhaag tak terlampau jauh. Naik kereta api lebih kurang sejam dari stasiun sentral Amsterdam tujuan stasiun sentral Denhaag.
Jauh lebih cepat lagi naik taksi, cuman ongkosnya jangan ditanya! Bagi yang belum pernah ke sana atau memiliki referensi tentang Madurodam, jangan bayangkan Madurodam ini seperti miniatur Indonesia di TMII.
Material tontonan di objek wisata ini betul-betul super mini, cebol, di semua ukurannya. Skala ornamennya 1:25 (artinya 25 kali lebih kecil ketimbang aslinya) dengan garapan yang begitu detil dan hidup. Miniatur sistem transportasinya juga bisa digerakkan secara mekanis.
Arsiteknya Siebe Jan Bouma, seorang ahli perencanaan pembangunan perkotaan terkemuka di Belanda. Miniatur ini dulunya sebagian besar berbahan kayu, tapi sekarang sintetis yang dirancang awet hingga minimal 30 tahun di ruangan terbuka.
Biar hujan air, hujan salju, panas terik, dan bentuk-bentuk cuaca ekstrem lainnya, tidak akan mempengaruhi tampilan miniatur berbagai landmark berbagai kota di Belanda ini.
Di zona hijau, pohon perindang, taman-taman kota, dan tanaman hiasnya asli tanaman hidup, dan ukurannya juga mini.
Pengunjung bisa menikmati semua lewat jalan-jalan paving block yang rata-rata lebarnya kira-kira 1,5 meter. Jalan ini mengakses ke semua objek dari semua sisi yang ingin kita lihat.
Ada rute perjalanan yang sesuai dalam buku panduan keluaran Madurodam, atau kita bisa tanggalkan buku itu dan jalan-jalan sesuka hati kita.
Dengan tiket masuk dewasa rata-rata 9 euro dan 6 euro (kurs rupiah lk 12.200) untuk anak-anak, pengunjung bisa sepuasnya menikmati Madurodam. Mau jalan-jalan keliling sampai kaki lecet boleh, berfoto ria sesuka hati gratis.
Atau Anda mau menikmati Madurodam sambil duduk-duduk ngopi, tersedia kafe dan resto di pinggiran taman. Atau Anda ingin menguras kantong Anda dengan belanja suvenir? Silakan pilih sendiri!

Replika Garuda di Schipol

miniatur schipol
foto: http://miekeandfamily.blogspot.com

DAYA tarik utama Madurodam kalau boleh dibilang adalah detil miniatur yang dibuat. Ada jembatan kereta api Dordrecht yang bisa ditarik ulur, Rotterdam Bridge yang termashyur, Bandar Internasional Schipol Amsterdam, Rotterdam Port, sistem trasnportasi air Amsterdam, dan masih banyak lagi.
Juga ada replika Stadion Amsterdam Arena, kandang klub sepakbola legendaris Ajax Amsterdam. Replika-replika bangunan tadi tak sekadar material mati, tapi bisa digerakkan sehingga pengunjung bisa tahu cara kerjanya.
Seperti sistem transportasi air, ada miniatur jembatan yang bisa naik turun, membuka menutup ketika ada kapal barang atau perahu lewat. Ada juga kanal yang airnya bisa disetel naik turun untuk menaikturunkan kapal.
Daratan Belanda umumnya berada di bawah permukaan laut, sehingga sangat mungkin kapal diturunkan dari muka laut bebas ketika harus menjelajah masuk ke pedalaman Belanda. Di area miniatur Schipol, terlihat gagah jumbo jet Boeing 747 berlogo Garuda Indonesia parkir di apron.
Miniatur itu berdampingan dengan pesawat dari maskapai lain seperti Northwest, Saudi Arabian, Singapore Airlines, Thai Airways, KLM, dan lain-lain. Replika pesawat-pesawat itu bisa bergerak mekanis, seperti saat parkir atau persiapan take off.
Selain replika besar yang bisa bergerak, pengunjung juga bisa mengamati pergerakan tas atau koper di bagasi seperti aslinya. Sistem transportasi darat, kereta api maupun kendaraan bermotor, juga divisualkan detil.
Kereta cepat maupun kereta ekspres tampak melaju di rel sambil sesekali terdengar suara klaksom dan dentang bel. Pokoknya Madurodam benar-benar mewakili land mark kota-kota di Belanda.
Tentu ini objek yang pas bagi mereka yang punya kesempatan pendek berkunjung ke negerinya Ratu Beatrix ini. Madurodam sejauh ini masih jadi tempat favorit kunjungan wisatawan domestik.
Wisatawan mancanegara pun juga berjibun jika musim panas tiba. Kira-kira sudah 10 juta orang mengunjunig empat ini sejak diresmikan pada 1952.(xna)

Inisiasi untuk George Maduro

miniatur rumah maduro

TAMAN mini Belanda ini merupakan karya inisiasi untuk George Maduro dari orangtuanya. Dibuka 2 Juli 1952, taman mini ini sekaligus monumen perang. George Maduro lahir di Curacao dan belajar hukum di Universitas Leiden.
Maduro meninggal di kamp konsentrasi Dachau setelah tertangkap tentara Nazi Jerman semasa angkat senjata di Perang Dunia II. Dari peristiwa ini, bapak dan ibu JML Maduro ingin membangun monumen bagi putranya.
Meski demikian, Kerajaan Belanda mempunyai andil dan hubungan yang erat dengan eksistensi Madurodam. Sebelum diangkat menjadi ratu, Ratu Beatrix ditunjuk sebagai kepala kota miniatur Madurodam pada hari pembukaan.
Kepala ini bertugas untuk hadir dalam setiap upacara dan secara official menerima model-model baru untuk dipajang di Madurodam. Ratu Beatrix mengemban tugas tersebut sampai tahun 1980, tahun ketika beliau diangkat sebagai ratu.
Kini, kepala baru Madurodam dipilih dari ‘Madurodam’s Youth City Council’, yang terbentuk dari 22 sekolah dasar di Den Haag setiap tahun sejak 1980.
Madurodam terletak di Scheveningen, Denhaag. Hotel bagus terdekat dari lokasi ini Dorint Novotel Hotel yang menyatu dengan komplek World Economic Forum. Dari hotel ini Madurodam kira-kira hanya dua kilometeran.

Oktober 20, 2007 - Posted by | Uncategorized

3 Komentar »

  1. saya juga punya ide dan konsep taman miniatur malang tempo doeloe, sejak 2005 pernah saya publikasikan melalui jawa pos radar malang, tetapi hal ini masih proses untuk penerapan, jika ada yang berminat untuk kerjasama dalam pendanaan saya sangat bergembira, karena tujuannya untuk pelestarian arsitektur dan lingkungan
    bdf,081805194169

    Komentar oleh budifathony | Februari 19, 2009 | Balas

  2. kereen sekaliii euy miniaturnya, kapan yach bisa ke madurodam……

    Komentar oleh asfan | Januari 7, 2010 | Balas

  3. bagus banget

    Komentar oleh Congor | Januari 10, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: