dunia kecilku

you’ll never walk alone

Wakapolwil Cirebon Jual Mobil Curian

simak dan camkan baik-baik berita ini. Cek nanti, dijamin bakal diselesaikan dengan cara 86!

maling

CIREBON,TRIBUN – Mantan Kapolres Cirebon yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Cirebon AKBP Pudjiono Dulracham dan mantan Waka Polres Cirebon Kompol Nurhadi Handayani, diduga menyalahgunakan wewenang dengan bentuk menjual dan memakai barang-bukti kendaraan mobil mewah hasil curian.
Bentuk penyalahgunaan wewenang ini berawal ketika Polres Cirebon yang masih dikepalai oleh Pudjiono, sekitar September 2006, menyita dua buah kendaraan roda empat mewah, yakni Honda CRV berwarna abu metalik tahun 2005, dan Nisaan X Trail berwarna hitam, dari H Holis seorang warga Werum Kabupaten Cirebon.
Alasan menyita kendaraan tersebut saat itu, karena mobil mewah itu dinyatakan ‘bodong’, tidak ada surat-surat keasliannya. Namun, belakangan hari kasus ini terkesan dihentikan. Bahkan dua kendaraan tersebut tidak di masukkan ke daftar barang bukti, dan malah dipakai oleh pimpinan Polres saat itu.
AKBP Pudjiono memakai kendaraan Honda CRV, sedangkan wakilnya, Kompol Nurhadi memakai X Trail.
Mobil CRV yang dipakai Pudjiono, lambat laun pun atas usahanya bekerjasama dengan broker asuransi di Jakarta untuk membuka blokiran di Mabes Polri, berubah Nopol. Mobil yang asalnya Bernopol B (Jakarta) menjadi E 999 dengan surat-surat komplit . Bahkan setelah dipakai berapa waktu, mobil itu pun dijual oleh Pudjiono kepada Hengki, warga Pagongan, Kota Cirebon, dengan harga Rp. 190 juta.
Sedangkan mengenai Nisaan X Trail berwarna hitam, karena pencabutan pemblokiran di Mabes Polri tidak disetujui, akhirnya mobil tersebut hanya dipakai Nurhadi di sekitar Cirebon. Ia juga mengganti nomor polisinya, namun surat-suratnya tidak.
Selama berbulan-bulan kendaraan ini dipakai Nurhadi. Bahkan ketika Kapolres Cirebon baru, yakni AKBP Syamsul Bahri, pernah menanyakan ihwal kendaraan tersebut, Nurhadi menyatakan, mobil tersebut dibeli dari temannya.
“Ketika saya baru menjabat saya pernah menanyakan ihwal kendaraan tersebut, dan dia (Nurhadi, red) hanya mengatakan, membeli dari temannya dengan harga cukup murah,”ucap Syamsul, yang juga merasa tertipu oleh mantan anak buahnya itu.
Nurhadi pun, dijelaskan Syamsul, ketika serah jabatan terakhir dengan Polres Cirebon untuk berpindah kerja di Polda Jabar, berlaku tak sopan. Pasalnya, mobil yang bermasalah tersebut ditinggalkan begitu saja di lingkungan Mapolres Cirebon. Bahkan kuncinya dititipkan di pos penjagaan.
“Dia tidak bilang apa-apa mengenai kendaraan tersebut. Tahu-tahu setelah selesai sertijab Wakapolres, saya menanyakan kendaraan tersebut kepada petugas, dan ternyata kendaraan yang selama ini dipakai oleh Nurhadi, merupakan kendaraan barang bukti,”ucap Syamsul.
Dijelaskan Syamsul, pihaknya kini hanya ingin menyelesaikan kasus tersebut, namun bukan tertuju mantan Kapolres dan mantan Waka Polres Cirebon, karena itu wewenang Polda.
“Yang saya akan selesaikan, yakni kasus mengungkap jaringan pencuriannya dan mengantikan uang kepada keluarga H Holis, karena telah dirugikan. Saya cuga cukup prihatin dengan keadaan Polres Cirebon dahulu, maka kini saya akan bersih-bersih,” ucap Syamsul.
Turunkan Tim
Kapolda Jabar Irjen Pol Soenarko Danu Ardanto, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim untuk menyelidiki kasus Mantan Kapolres Cirebon yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Cirebon, AKBP Pudjiono Dulracham dan Mantan Waka Polres Cirebon, Kompol Nurhadi Handayani dalam keterlibatannya menyalahgunaan wewenang dengan bentuk menjual dan memakai barang-bukti kendaraan mobil mewah.
“Tiga hari lalu, memang kami mendapatkan laporan dari seorang masyarakat mengenai kasus tersebut. Dan kini kami sudah mengirimkan tim Irwasda dan Bidpropam, untuk menyelidiki,”ucap Kapolda seuai pelaksanaan acara pemusnahan miras hasil razia Polres Cirebon.
Disinggung apakah Pudjiono dan Nurhadi, sudah diberikan sanksi atau dibebas tugaskan, Kapolda menuturkan, tunggu hasil penyelidikian pihaknya karena masih dalam asas praduga tak bersalah.
“Untuk itu semua tungga saja hasil penyelidikan nanti. Yang terpenting dalam kasus ini kami akan menjungjung tinggi empat pilar. yakni, analissi yudidis, kemudian sikap independensi penyidik, objetifitas, dan tidak diskriminatif,” tegas Kapolda.
Kapolwil Cirebon, Kombes Bambang Pudjirahardjo, mengatakan, siang hari ia masih melihat Pudjiono datang ke kantor. Dijelaskan Bambang, pihaknya pun belum menrima surat mengenai pemeriksaan anak buahnya itu.
“Memang secara lisan sudah ada yang menyatakan, tapi secara tertulis belum ada,”ucap Bambang.
Dijelaskan Bambang, atas adanya kasus ini pihaknya pun akan memeriksa semua kendaraan personil kepolisian yang berada di wilayah III, agar tindakan penyelahgunaan tidak terjadi kembali.(*)

Oktober 5, 2007 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Melihat permasalahan diatas, barang bukti dipakai secara pribadi oleh anggota kepolisian.
    Bagaimana dengan mobil adik saya, Toyota Kijang Inova B 8643 MY warna golg metallic yang selama ini hilang, digelapkan dan tak ada beritanya?
    Ada berita terakhir bahwa kendaraan dipakai seseorang di Jakarta, dengan berubah plat nomer tentunya.

    Mohon bantuan melacak mobil adik saya ini.

    Salam,

    Komentar oleh Slamet Prasetyo | Juli 9, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: