dunia kecilku

you’ll never walk alone

Pencurian Aset, Impunitas, dan Lingkaran Setan Korupsi

KLAN SOEHARTO

HAJI Mohammad Soeharto (HMS) bertengger mentereng di puncak peringkat 10 tokoh dunia pencuri aset negara. Ini merujuk daftar yang dirilis World Bank (Bank Dunia) dan PBB lewat prakarsa StAR (Stolen Asset Recovery).
Dalam daftar itu HMS ditaksir menggangsir aset negara, mengalihkannya sebagai kekayaan pribadi dan keluarga dengan total nilai antara 15-35 miliar dolar AS. Mantan diktator Filipina Ferdinand Marcos di urutan kedua dengan total aset yang dikorup antara 5-10 miliar dolar AS.
Urutan 3-10 masing-masing diduduki Mobutu Sese Seko (Kongo), Sani Abacha (Nigeria), Slobodan Milosevic (Serbia/Yugoslavia), Jean Claude Duvalier (Haiti), Alberto Fujimori (Peru), Pavio Lazarenko (Ukraina), Arnoldo Aleman (Nikaragua), Joseph Estrada (Filipina).
Rabu (26/9), Presiden SB Yudoyono bertemu Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick di markas besar PBB di New York. Satu poin hasil pertemuan, Bank Dunia dan PBB akan mengirimkan tim ahli PBB untuk Masalah Obat-obatan Terlarang dan Kejahatan (UNODC).
Lembaga ini akan memberikan bantuan teknis kepada aparat penegak hukum negeri ini terkait usaha untuk mengembalikan aset-aset negara yang dikemplang mantan penguasa orde baru itu.
Sementara awal akhir Januari 2008 Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan negara-negara anggota Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC 2003). Menyoal rilis yang dikeluarkan Bank Dunia dan PBB, sejatinya daftar itu tidak terlalu mengejutkan.
Apakah HMS mau ditempatkan di urutan 1, 2, 5, 8, 15, 25, 50, ataukah posisi ke-500 pemimpin korup di dunia, masyarakat Indonesia kini nyaris tak peduli. Sebab, 9 tahun sejak kehilangan kekuasaan, jenderal besar ini tetap tak tersentuh.
Hukum negara tak mampu menjangkaunya. Dia memiliki impunitas, seperti juga para pemimpin militer dan politik yang semestinya bertanggungjawab pada serangkaian kekerasan berdarah sepanjang Orba maupun sesudahnya.
Filsuf berpengaruh Aristoteles pernah mengutarakan pendapat bahwa keutamaan tidaklah diraih dari pengetahuan –seperti juga keyakinan Sokrates– melainkan dari kebiasaan. Keutamaan adalah kebiasaan melakukan yang baik.
Tesis ini sebenarnya berangkat dari kritiknya terhadap pandangan yang mengatakan bahwa jika orang mengetahui tentang apa itu dan bagaimana berbuat baik, maka ia akan secara otomatis menjadi orang baik.
Tesis ini pun dapat juga ditempatkan untuk mengritik para pemuka masyarakat dan pemuka agama, yang kerap berbicara tentang hal-hal baik, namun tidak pernah melaksanakan apa yang ia katakan di dalam kehidupannya.
Memang, kebiasaan akan menciptakan semacam struktur, baik itu struktur internal maupun struktur eksternal, yang membuat orang menjadi mudah untuk melakukan aktivitas. Struktur membuat orang tidak perlu lagi berpikir, mengambil jarak, ataupun memberi makna setiap kali ia bertindak.
Logika yang sama juga dapat kita terapkan dalam hal korupsi. Jika bisa hidup enak dari korupsi, serta banyak pula orang yang melakukannya, maka tidak perlulah kita sok-sok mengambil jarak, ataupun bertanya tentang kepantasan tindakan kita tersebut.
Setiap kali kita bertanya tentang kepantansan tindakan, setiap kali pula kita dipaksa untuk berpikir, dan berpikir adalah kegiatan yang melelahkan. Setiap kali berpikir, orang dipaksa untuk merubah cara pandangnya.
Perubahan cara pandang itu membuat kita gelisah. Daripada gelisah, tidak ada salahnya kalau kita meneruskan kebiasaan yang enak itu. Di dalam proses mencari pembenaran dari tindakan ini, maka wajarlah jika koruptor tidak merasa bersalah.
Inilah akar persoalan korupsi di negeri kita. Apalagi mereka yang menggangsir aset dan kekayaan negara ini mencuci tindakannya dengan menggelontorkan dana yang mereka curi ke organisasi agama, lembaga sosial, yayasan pendidikan dan lain-lain.
Koruptor pun punya argumen jarahannya tak dinikmati sendiri. Korupsi berubah jadi lingkaran setan yang tak ada putusnya. HMS menemukan konteksnya, menjadikan dia seorang yang “untouchable”. Bahkan masih mampu memukul balik dengan serangan mematikan.

Oktober 1, 2007 - Posted by | kolom

7 Komentar »

  1. Saya tidak sependapat…dengan komentar anda….
    Saya bukan pro atau pendukung HMS lo….tetapi kalo saya amati…Bangsa ini tidak akan pernah bisa maju bahkan akan terpuruk terus..karena mikirin..yang lalu-lalu, toh walaupun gitu eyang juga telah banyak membawa kemajuan bangsa ini, dulu orang ndak pernah usik-usik Indonesia…sekarang Malaysia…merajalela….Australia…juga….Timtim lepas…..banyak daerah mo lepas….dari NKRI….seharusnya ambilah sisi positifnya. Sudahlah biarlah kalo memang Pengadilan Dunia belum bisa memberikan Keadilan yang diinginkan…Nanti Keadilan Allah SWT yang akan menjawab semua… jadilah manusia yang berhati IKHLAS, Memaafkan, dan Mari kita bangun bersama-sama bangsa ini. Basmi Korupsi…yang juga tidak ada habisnya….Basmi Narkoba…yang siap menerkam siapa saja…..Basmi ….. sifat dengki, iri hati, BAsmi….semua..mari kita mulai hidup yang baru……Terima Kasih

    Komentar oleh Eddy | Desember 11, 2007 | Balas

  2. aku sangat setuju kalau suharto di adilin toh pengadilan juga bisa menjatuhkan vonis walaupun dia itu sudah koma, karena itu wajib. kenapa bangsa ini selalu terkena bencana karena tuhan murka terhadap kita dimana kita tidak bisa menghukum suharto, masa si harus tuhan2 juga yang harus turun tangan. malu tau makanya dia murka ma bangsa ini

    Komentar oleh KIKY | Januari 11, 2008 | Balas

  3. Setuju Buat Sdr Eddy
    Allah saja MAHA PENGAMPUN, kalau saudara tidak memaafkan maka amal yang saudara kerjakan akan menjadi milik P’ Harto. Reformasi ternyata menjadikan Ekonomi Negara hancur. KKN tidak terbendung pejabat mulai dari pangkat prajurit dua sampai ke jenderal (Marsekal dan Laksamana), golongan 1A sampai sampai 4D. saya dan orang tua saya serta keluarga petani lainnya bertambah menderita, anak2 kami sekolah nya hanya sampai tingkat smp paling banter sma, KB saja banyak yang tidak mampu untuk membeli kontrasepsi.
    Mau kemana negara ini dibawa.
    Selamat jalan Bpk Harto Doa ku untuk beliau, Ya Allah Ampunilah segala Dosa dan kesalahannya, tempatkan beliau ditempat yang layak disisiMU, Jauhkan beliau dari siksa kubur dan siksa neraka, masukkanlah beliau ke dalam syurga MU. Amin………

    Komentar oleh Sahrul | Januari 28, 2008 | Balas

  4. sifat manusia itu sama, ada kekurangan dan lebih….tapi aku bangga punya pimpinan sprti HMS, krn telah byk memberi keuntungan utk bgs ini, kalo melihat skrg dari zaman Mega, Gusdur, Hbibi, mana ada yg dibanggain adanya cuma rugi,rugi dan rugi….terus, ga pernah bgs ini tenang, tentram bahkan aman….mestinya untuk SBY ksh kesempatan dong menata jgn pd bisanya recokin n mencela melulu, kalo pd sadar tunjukin dgn bukti bahwa kita tuh mampu……

    Komentar oleh jaya | Januari 30, 2008 | Balas

  5. SETUJU

    Komentar oleh zap | Februari 5, 2008 | Balas

  6. maju terus keluarga soeharto
    saya terus mendukung apapun kebijakan soeharto rakyat indonesia akan tetep cinta!!!!

    Komentar oleh adii soeharto | Mei 13, 2008 | Balas

  7. Sebelumnya sy mendoakan arwah bapak presiden indonesia ke-2 H.M.soeharto semoga mendapat tempat yang layak di sisi allah swt.ammin..saya tidak setuju dengan pendapat anda yg menyebut beliau “gerbong” korupsi..sy kira wajar kalau beliau memiliki kekayaan yg banyak wong 32 tahun beliau menjabat sebagai presiden,jadi bupati aja 2 periode udah kaya apalagi presiden..kalaupun ada aset negara yg beliau jadikan kekayaan pribadi itu belum sebanding dengan jasa yg dia torehkan dari indonesia jadul menjadi indonesia yg moderen yg juga di segani bangsa dan negara luar..lebih baik kita memaafkan karna beliau jg manusia biasa..salam for keluarga CENDANA..piss

    Komentar oleh Rusmin Tjatjo | Januari 5, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: