dunia kecilku

you’ll never walk alone

Reichstag II


Otto Eduard Leopold Fürst von Bismarck (1815-1898)

SEJAK awal dibangun pada 1871 bangunan besar nan kokoh itu didirikan sebagai tempat di mana Reichstag atau parlemen Kekaisaran Jerman bersidang. Gedung ini dibuka pada tahun 1894 dan memberi tempat Reichstag sampai 1933.
Dibakar ludes seorang komunis Belanda bernama Marinus van der Lubbe ketika Hitler merengkuh kuasa, gedung itu vakum untuk kegiatan politik sampai akhir dekade 90-an. Sebelum Reichstag dibangun parlemen bersidang di gedung-gedung kecil di Leipziger Straße Berlin.
Karena terlalu kecil, maka pada 1872 digelar sayembara menyertakan 103 arsitek. Namun pekerjaan baru dimulai 10 tahun kemudian karena ada masalah dengan pembebasan tanah bagi gedung baru.
Malah sempat ada cekcok antara kaisar Wilhelm I, Otto von Bismarck, dan anggota Reichstag terkait pembangunan itu. Pada 1882, sayembara lainnya digelar diikuti 189 arsitek. Pemenangnya arsitek dari Frankfurt bernama Paul Wallot.
Pada 9 Juni 1884 dilakukan peletakan batu fondasi oleh Kaisar Wilhelm I. Sebelum pembangunan selesai pada tahun 1894, Wilhelm I mangkat pada 1888 (Tahun Tiga Kaisar). Gedung asli Reichstag banyak dipuji karena memiliki kubah baja dan kaca, sebuah kemajuan teknik luar biasa masa itu.
Gedung ini merupakan hadiah bagi rakyat Jerman. Tulisan “Dem Deutschen Volke” yang artinya “Kepada Rakyat Jerman”, terpampang di atas pilar kokoh gedung.
Pada 9 November 1918, Philipp Scheidemann memproklamasikan Republik Wiemar dari salah satu balkon Reichstag. Gedung ini merupakan tempat resmi sidang parlemen Republik Weimar.
Sewaktu pertempuran Berlin pada 1945, gedung ini menjadi target utama tentara merah, Rusia. Sebetulnya alasannya kurang jelas karena Reichstag tak punya peran politik, militer atau strategis lagi. Penguasa Nazi sejak lama menelantarkan gedung ini.
Hitler sendiri tidak membuat kubu pertahanan terakhir di Reishctag. Dia dan pimpinan Nazi lain membangun bunker 16 meter di bawah permukaan tanah, di istana lama yang sekaligus ia jadikan kuburan terakhir baginya.
Reishctag dikuasai tentara Rusia pada 2 Mei 1945. Sebuah foto legendaris memperlihatkan dua tentara merah mengibarkan bendera palu arit di bubungan bangunan. Latarnya, Berlin hancur lebur diselimuti asap pekat kebakaran dan mesiu.
Ketika Jerman pecah jadi dua, Reichstag masuk wilayah barat meski letaknya hanya sejengkal dari tembok pemisah. Di masa inilah pada pada 1956 diputuskan Reichstag akan direstorasi. Kubah baja dan kacanya saja yang dimusnahkan.
Restorasi ditangani arsitek Paul Baumgarten pada 1961-1964. Sampai 1990, gedung ini hanya sesekali dipakai untuk pertemuan non politik dan ajang pameran tentang sejarah Jerman. Setelah tembok Berlin ambruk, dan Jerman bersatu, Reichstag mulai dipakai resmi.
Acara pertamanya, seremoni penyatuan kembali Jerman pada 3 Oktober 1990. Acara ini dihadiri Kanselir Helmut Kohl, Presiden Richard von Weizsäcker, dan mantan Kanselir Willy Brandt.
Reichstag mengalami restorasi besar lagi pada 1992. Arsitek Sir Norman Foster dari Inggris memenangkan kontraknya. Sebelum renovasi dimulai, Reichstag dibungkus kain putih keperakan oleh Christo, seniman Bulgaria pada 1995, dan menarik jutaan pengunjung.
Gedung ini lalu dibongkar total, kecuali tembok luar. Akhir 1998 renovasi tuntas dengan hasil menakjubkan. Kubah kaca karya Norman Foster yang dibangun sebagai kenangan kubah kaca yang asli 1894.

September 5, 2007 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: