dunia kecilku

you’ll never walk alone

world cup 2006: Misteri Shovkovskyi

DUA bloking jitu kiper Ukraina Oleksandr Shovkovskyi membuat pemain ini jadi “man of the match” versi Budweiser. Shovkovskyi dinilai memberi kontribusi besar untuk keunggulan Ukraina atas Swiss pada babak knock-out yang mempertemukan juara Grup G dengan runner-up Grup H ini.
“Aku cuma mencoba bekerja keras. Aku hanya bersiap di bawah mistar dan berkonsentrasi. Aku tetap fokus sampai tugasku berakhir,” kata Shovkovskyi seusai momen bersejarah untuk tim dan negaranya ini.
Shovkovskyi sama sekali tak menjelaskan apa resepnya mampu mencium arah bola, memblok, dan membuyarkan mimpi Swiss. Misteri Shovkovskyi sepertinya sama dengan seribu satu misteri tendangan tunggal dari titik 11 meter di depan gawang itu.
Bertahun-tahun peminat sepakbola mencoba memecahkan pertanyaan mengapa ada banyak tendangan penalti gagal dieksekusi. Juga mengapa pemain-pemain top dunia yang dikenal punya tendangan berpresisi tinggi gagal menuntaskan tugasnya.
Tendangan dari titik 12 langkah sepintas memang sangat mudah untuk dilakukan. Orang selalu mengatakan, gawang itu begitu lebar dan yang namanya kiper pasti sulit untuk bisa menebak ke arah mana tendangan yang dilakukan penendang penalti itu akan ditujukan.
Kalaupun arahnya bisa ditebak, maka kecepatan bola yang dilepaskan dari ujung kaki pasti sulit untuk bisa ditahan seorang kiper. Namun, di situlah yang namanya misteri tendangan penalti. Meski persentase keberhasilannya tinggi, tetap saja kegagalan bisa terjadi.
Sepanjang pertandingan yang sudah tergelar di turnamen Piala Dunia 2006 ini, setidaknya ada dua momen menarik ketika pemain gagal mengeksekusi tendangan penalti dari titik 12 pas ini.
Ujung tombak Kroasia, Dado Prso, menyesal seumur-umur karena tendangan kerasnya diblok kiper Jepang Yoshikatsu Kawaguchi. Padahal bola sudah meluncur deras ke arah kiri jauh gawang Kawaguchi.
Ketika Swedia menantang Jerman, penyerang Henrik Larsson gagal menyelesaikan tugasnya. Tendangannya melambung jauh di atas mistar Jens Lehmann.
Tendangan penalti sebenarnya produk lama sepakbola dunia. Tendangan dari jarak 11 meter di depan gawang ini diperkenalkan pada 1890.
Ide pertama disodorkan penjaga gawang dan juga pengusaha William McCrum kepada Federasi Sepakbola Irlandia. Ide ini akhirnya dibawa Irlandia ke Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional. Setelah melewati debat panjang, akhirnya tendangan penalti disetujui masuk peraturan pertandingan 2 Juni 1891, dan dipakai mulai musim 1891/1892.
Dalam perkembangannya penalti ini tidak hanya menjadi sebuah hukuman. Namun penalti pun menjadi solusi guna menentukan pemenang setelah kedua tim berakhir seri.
Misteri tendangan penalti menarik perhatian para ilmuwan. Peneliti Universitas Reading Inggris menemukan celah yang bisa disiasati. Kesimpulan mereka, kiper memang bisa melihat arah bola dengan tepat, tapi reaksinya selalu kalah cepat dengan laju bola tercepat yang bisa disepak pemain. Selisih waktunya sekitar 0,11 detik dari kecepatan bola.
Karenanya, jika ingin kiper jitu memblok bola, ia harus bergerak dulu sekitar 100 milidetik (0,1 detik) sebelum bola disepak eksekutor. Tapi itu cuma teori yang belum teruji hasilnya.
Pelatih Ukraina Oleg Blokhin sendiri membandingkan adu penalti seperti rolet Rusia. Buktinya, ada banyak penendang hebat yang gagal dan juga banyak kiper tangguh yang tak mampu membentengi gawangnya dari bola yang meluncur deras dari titik 12 pas.(xna-dimuat di Laporan dari Jerman: Tribun Jabar World cup 2006, Juni 2006)

Agustus 14, 2007 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: