dunia kecilku

you’ll never walk alone

world cup 2006: Kaisercopter

LEGENDA sepakbola dan Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia 2006 di Jerman, Franz “Der Kaiser” Beckenbauer (60) ada di mana-mana. Dia seperti tak pernah sekalipun melewatkan pertandingan babak penyisihan grup yang digelar di 12 kota. Dari Hamburg di utara ke Munich di selatan. Dari Cologne di barat ke Berlin di timur, dia selalu hadir.
Di setiap pertandingan yang disiarkan langsung televisi, Beckenbauer tampak duduk di tribun VIP, mendampingi tokoh-tokoh negara dan pemimpin pemerintahan yang timnya tengah berlaga. Der Kaiser hanya kehilangan kesempatan hadir di sejumlah laga terakhir penyisihan grup yang digelar bersamaan.
Lalu apa rahasianya? Bagaimana dia bergerak setiap saat setiap hari dari kota satu ke kota lain tanpa rasa lelah, sekalipun jaraknya bisa ratusan kilometer? Sebuah maskapai penerbangan Timteng dan pabrikan pesawat terbang dari Italia menyediakan secara khusus satu unit helikopter pribadi untuknya.
Tugas pria kelahiran Munich, 11 September 1945 ini memang sangat berat. Dia harus memastikan semua fungsi dan tugas penyelenggara turnamen berjalan sesuai rencana. Di tangan pemilik nama lengkap Franz Anton Beckenbauer inilah reputasi Jerman sebagai tuan rumah dan FIFA dipertaruhkan.
Jadi wajar juga dia memperoleh fasilitas istimewa untuk tugas seberat itu. Jangan pula heran Anda yang menyaksikan pertandingan lewat siaran langsung televisi, saat memutar chanel yang menyiarkan laga di Gelsenkirchen, dan kemudian pindah chanel televisi yang menyiarkan pertandingan lain di Leipzig, Beckenbauer ada di dua tempat itu.
Nyaris seperti sulapan, karena dua kota itu terpaut ratusan mil jaraknya. Bahkan sempat beredar rumor, ada “Der Kaiser” lain, orang yang mirip betul dengan Beckenbauer, yang disiapkan untuk mensiasati agar Beckenbauer bisa hadir di semua arena pertandingan tanpa satu pun yang terlewatkan.
Tapi itu cuma rumor, gosip yang digosok-gosok untuk menambah hebat legenda sepakbola dunia ini. Apalagi Beckenbauer kini di ujung tombak sejarah. Namanya akan terukir hebat tiada duanya, oleh sang maestro Pele sekalipun, andai Jerman jadi jawara turnamen akbar kali ini.
Mengapa? Sebab jika Jerman juara, Beckenbauer akan menjadi orang Jerman pertama, bahkan orang pertama di dunia yang sukses merebut trofi piala dunia sebagai pemain dan kapten (1974), pelatih (1990), dan ketua panitia turnamen (2006). Itulah Beckembauer.
Kembali soal helikopter pribadi yang mengantarkan Der Kaiser kesana kemari, kupu-kupu besi ini rupanya menjadi satu-satunya helikopter pribadi yang diberi keistimewaan terbang di radius eksklusif tiga mil seputaran stadion.
Pihak keamanan Jerman sepanjang penyelenggaraan turnamen menetapkan kebijakan sangat ketat larangan terbang dengan pengawasan pesawat radar canggih milik NATO, AWACS. Tak sebijipun pesawat terbang komersil, jet maupun heli pribadi yang diizinkan melintas di radius tiga mil dari stadion yang menggelar pertandingan piala dunia.
Tujuan mereka satu, mengeliminasi kemungkinan serangan teroris lewat udara ke arena-arena yang disesaki penonton. Helikopter yang ditumpangi pak ketua panitia ini tentu saja menjadi sangat istimewa. Saking istimewanya heli satu ini dijuluki “The Kaisercopter.”
Jenisnya Agusta 109, helikopter bermesin kembar yang dipuji sangat andal dan nyaman oleh banyak penggunanya. Heli ini buatan Italia, dan khusus untuk Sang Kaisar, interior dan fasilitas kabinnya dibuat khusus. Kursinya terbungkus kulit menjadikan penumpangnya duduk amat nyaman.
Mesinnya berdaya 640 tenaga kuda dan bisa mendorong heli ini melaju pada kecepatan 330 km/jam di ketinggian 600 meters di atas daratan Jerman. Kapasitas pesawat maksimum 8 orang termasuk pilot dan ko pilot, serta dua pramugari.
Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab, Emirate yang jadi salah satu sponsor turnamen, menyediakan dua pramugari cantik guna menservis keperluan Sang Kaisar selama penerbangan. Pilot helikopter ini bernama Hans Ostler, yang siaga 24 jam penuh untuk melayani keperluan Beckenbauer.
Apa penggalan cerita seru dari Hans Ostler? “Senin (19 Juni), kami terbang dari Munich ke Leipzig. Mendarat pukul 20.58 (waktu setempat), pertandingan dimulai pukul 21.00. Franz masuk stadion pukul 21.02, dan pukul 21.09 Thierry Henry mencetak gol pertama untuk Prancis,” kata Ostler.
Sebelum terbang ke Leipzig, Beckenbauer duduk manis di tribun VIP menyaksikan laga seru Brasil vs Australia yang berkesudahan 2-0. Pertandingan itu digelar mulai pukul 16.00 (waktu setempat), selesai kira-kira dua jam kemudian, dan Beckenbauer langsung terbang ke Leipzig.
Jadwal seperti ini rutin tiap hari sejak turnamen dibuka 9 Juni lalu. Meski capai, Der Kaiser tetap tampil ramah dan menikmati perjalanan melelahkan ini. “Jerman seperti surga, kamu bisa melihatnya secara sempurna dari atas. Saya sarankan, cobalah sekali-sekali terbang,” kata Beckenbauer.
Selain awak helikopter, dalam setiap penerbangan Beckenbauer selalu ditemani dua asistennya, Marcus Höfl dan kepala protokol panitia Fedor Radmann. Ini cerita tentang Beckenbauer. Lalu bagaimana dengan Presiden FIFA Sepp Blatter? Apa yang dia dapatkan? “Jet pribadi,” kata Ostler, si pilot “The Kaisercopter.” Wah! (xna-dimuat di Laporan dari Jerman: Tribun jabar world Cup 2006, Juni 2006)

Agustus 14, 2007 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: