dunia kecilku

you’ll never walk alone

world cup 2006: Hegel, Porsche, Klinsmann

STUTTGART jadi lautan oranye. Setidaknya 30 ribu gibolis dari Belanda, negeri tetangga Jerman sudah berada di kota ini. Mereka bergabung dengan suporter Pantai Gading, yang kebetulan mengusung warna kostum nasional hampir sama, oranye.
Tim Belanda akan menguji ketangguhan Drogba cs di laga kedua babak penyisihan Grup C, Jumat (16/6) pukul 23.00 WIB. Pertempuran mematikan ini digelar di Stadion Gottlieb Daimler, arena adu sepakbola berkapasitas 52.000 tempat duduk.
Laga mematikan karena Grup C ini telah dinobatkan sebagai grup neraka. Argentina sudah membekap Pantai Gading pekan lalu. Sementara Belanda menang tipis atas Serbia-Montenegro.
Laga sesi kedua Grup C ini akan sangat menentukan siapa yang harus segera angkat koper. Drogba yang termotivasi atas kesialannya dikandaskan Argentina, tentu takkan mau begitu saja melepas kesempatan ini.
Apalagi lawannya yang akan segera dihadapi sepertinya hanya mengandalkan penjebol gawang yang juga kameradnya di Chelsea, Arjen Robben.
Oleh karena itu laga Belanda vs Pantai Gading akan jadi partai hidup mati buat keduanya. Melihat performa permainan Pantai Gading tempo hari, peluang tim ini menggulung pasukan Van Basten sangat terbuka.
Mereka mampu bermain kolektif, sementara Belanda terlalu didominasi permainan individual Meneer Robben. Dari gambaran sekilas ini, sudah pasti derby pasukan oranye ini enak ditonton dan perlu.
Sebagaimana partai hidup mati Belanda vs Pantai Gading ini, Kota Stuttgart sebagai tuan rumah pertandingan juga enak dinikmati dan perlu diketahui. Stuttgart termasuk kota sangat tua yang dibangun hampir 900 tahun lalu.
Mulanya adalah sebuah tanah pertanian kecil yang dibuka Duke Herzog Luidolf, bangsawan Swabia pasca kekuasaan Romawi atas daerah ini. Dia mendirikan permukiman keluarga dan tanah pertanian kecil di lembah Nesenbach.
Nama Stuttgart diambil dari tanah pertanian, yang dalam dalam bahasa Inggris disebut stud farm atau dalam bahasa Jerman stuotgarten. Kini, tanah pertanian kecil di lembah Nesenbach itu sudah jadi metropolitan, jantungnya industri berteknologi tinggi di Jerman.
Stuttgart punya geografi, yang kalau mau dimirip-miripkan ya sedikit mirip metropolitan Bandung lah. Wilayahnya berlembah bergunung, dan ada banyak bangunan berarsitektur abad pertengahan.
Di pusat kota ada ruang terbuka paling populer, Schlossplatz. Taman ini dianggap ruang terbuka paling indah seantero Eropa. Bandung punya Lapangan Gasibu yang berlatar Gedung Sate, demikian pula Schlossplatz, latar belakangnya gedung besar kuno berarsitektur indah.
Tapi jangan bandingkan situasinya, seperti bumi langit. Lingkungan di Schlossplatz sangat bersih, tertata rapi, tak ada sampah tercecer sembarangan, tak ada pakaian-pakaian dekil dijemur di sembarang tempat seperti kadang terlihat di seputar Gasibu.
Plasa untuk berleha-leha, pacaran, memadu cinta, membuang penat atau sekadar melepas jenuh ini dikelola baik oleh pemerintah setempat. Apalagi selama turnamen Piala Dunia 2006 ini, Schlossplatz memang diset sebagai tempat acara nonton bareng.
Juga tetek bengek acara-acara memeriahkan perhelatan akbar digelar disini. Dua hari terakhir, ribuan gibolis Belanda menginvasi taman yang di tengahnya terdapat tugu menjulang berpuncak patung ksatria Swabia mengayunkan pedang.
Ibukota Baden-Wuerttemberg, negara bagian yang memiliki wilayah paling besar di Jerman ini tercatat sebagai satu di antara sedikit kota industri raksasa di Eropa. Di sini berpusat DaimlerChrysler, pabrikan otomotif besar dunia.
Banyak tujuan wisata yang bisa dikunjungi di Stuttgart dan sekitarnya. Salah satunya pusat pamer mobil DaimlerChrysler yang diberi nama Mercedes-Benz World. Lokasinya tak jauh dari Stadion Gottlieb Daimler.
Bagi yang ingin menyusuri jejak masa lalu Stuttgart, bisa berkunjung ke Kastil Hohenzollern di luar pusat kota. Kastil megah ini dibangun di puncak bukit, dahulu merupakan tempat tinggal sejumlah ningrat terkenal Jerman.
Tempat eksotik lain, bisa berkunjung ke Altes Schloss, bekas istana yang sejak 1948 dijadikan Museum Negara Württemberg. Masih banyak cerita eksotik lain tentang Stuttgart yang pernah melahirkan sejumlah tokoh besar dan berpengaruh.
Beberapa yang bisa disebut antara lain filsuf Frederich Hegel, lalu Robert Bosch, pendiri perusahaan perkakas bermerek Bosch. Kemudian ada Gottlieb Daimler, pendiri perusahaan otomotif yang produk populernya diberi merek Mercedes-Benz.
Ada lagi Ferdinand Porsche, kreator mobil VW Beetle dan pendiri perusahaan mobil sport terkenal di dunia, Porsche. Stuttgart juga melahirkan Roland Emmerich, sutradara film sukses di Hollywood.
Masih banyak lagi nama yang bisa disebut. Termasuk Count Stauffenberg, perwira Nazi yang pernah mencoba membunuh Adolf Hitler, berasal dari kota ini. Nama terakhir ini mungkin sedikit mengejutkan karena terkait dengan peruntungan timnas Jerman di Piala Dunia 2006.
Dia lah Jürgen Klinsmann. Mantan ujung tombak Der Panzer kelahiran Stuttgart itu kini memimpin Michael Ballack cs. Kemenangan Jerman berarti juga kemenangan Stuttgart. Karena itu di tangan anak muda Stuttgart inilah Jerman benar-benar dipertaruhkan.(xna-dimuat di Laporan dari Jerman: Tribun Jabar World Cup 2006, Juni 2006)

Agustus 14, 2007 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: