dunia kecilku

you’ll never walk alone

world cup 2006: dunkel, bir tokcer aseli nuremberg


NUREMBERG atau Nuernberg atau Nurnberg. Ini sebutan yang sama untuk kota yang akan jadi tuan rumah laga kedua babak penyisihan Grup B antara Inggris vs Trinidad-Tobago, Kamis (15/6) pukul 23.00 WIB.
Penyebutan jadi bermacam semata karena ragam dialek di daratan Jerman. Di buku-buku sejarah, orang sudah mengenal jauh-jauh hari kota ini sebagai tempat peradilan bagi penjahat perang Nazi Jerman.
Kini, Nuremberg sudah jauh berubah sekalipun masih menyisakan jejak-jejak masa lalu yang eksotik. Kota ini juga punya daya tarik tersendiri karena kelezatan berjenis makanan dan minumannya yang khas Franconian.
Sebutan Franconian ditujukan untuk wilayah-wilayah di Bavaria yang dialeknya merupakan asimilasi bahasa abad pertengahan, adaptasi dari bahasa-bahasa penduduk di Luksemburg dan sekitarnya.
Nuremberg terkenal akan makanannya yang disebut ‘Bratwurst’. Ini jenis makanan yang intinya berupa sosis daging babi tipis dibumbui acar, kubis, salad tomat, bawang, dan lobak. Makanan ini biasanya dihidangkan berlimpah-limpah.
Minuman pendampingnya umumnya bir-bir terkenal produksi kota ini, seperti Tucher, Patrizia dan Lederer. Urusan perut, turis dan gibolis memang bakal dimanja di metropolitan yang kini sudah tumplek oleh suporter dari daratan Inggris.
Fans Inggris sendiri diharapkan bisa menjaga perilaku jelang, selama dan sesudah laga di Frankenstadium Nuremberg. Pihak keamanan tak mengharapkan terjadinya kekerasan yang lebih serius karena mereka mengedepankan pendekatan persuasif.
Hal ini dikemukakan pimpinan operasi polisionil Inggris di Jerman, Assistant Chief Constable (ACC) Steve Thomas. Di Frankfurt pada saat pertandingan pembuka Grup B antara Inggris vs Paraguay, tujuh suporter Inggris digelandang polisi karena menyulut keonaran.
“Suporter Inggris harus mengerti mereka tamu di Nuremberg. Oleh karena itu perilaku kita juga harus selayaknya tamu,” kata Thomas. Sebanyak 14 polisi berseragam, di Inggris disebutnya “Bobby”, diterjunkan di Nuremberg.
Mereka ikut patroli di titik-titik kerumunan fans Inggris bersama polisi Jerman. Sepuluh di antaranya ada di jalanan, sisanya berjaga di bandara Frankfurt. Selain polisi berseragam, ada sekitar 20 intel polisi Inggris membaur di tengah fans Inggris yang dikenal menakutkan.
Polisi Inggris sendiri menyesalkan ulah segelintir fans bola Inggris yang agaknya mencoba meprovokasi keadaan. Mereka mengenakan helm baja, persis yang digunakan tentara Inggris ketika masuk Jerman, dan juga menyanyikan lagu-lagu zaman perang.
Ada juga dua fans Inggris yang akhirnya dipulangkan ke kota asalnya di Leeds karena kedapatan mengenakan lencana SS di bajunya. Simbol-simbol Nazi dan salam ala Hitler kini diharamkan di Jerman.
Resto Sosis
Ada banyak resto terkenal dengan sajian utama sosis. nama-nama besar yang bisa dicatat antara lain Bratwursthausle di Rathausplatz, Bratwurst Roslein di Obstmarkt dan Historische Bratwurstkuche.
Tempat lain yang juga keren buat mejeng, makan-makan, sebelum menggeber suara di Frankenstadium adalah Goldenes Posthorn (Glockleinsgasse). Ini mirip-mirip pujasera di negeri kita, yang menyajikan aneka masakan tradisional Jerman.
Kalau mau yang klasik, cobalah ke Heilig-Geist Spital, bangunan bekas rumah sakit di abad pertengahan yang disulap jadi bar dan resto. Di tempat ini ada Bohms Herrenkeller (Theatergasse) dan Alte Kuch’n (Albrecht Durer Strasse), bar yang menyajikan menu anggur serta “Backers”.
Yang terakhir ini merupakan sebutan makanan kreasi asli Nuremberg berupa kue dadar telur kentang. Selain menu Jerman, juga tersedia makanan-makanan dari Italia, Turki, Vietnam dan outlet-outlet masakan Spanyol.
Untuk jenis minuman khas, Nuremberg dikenal sebagai pusat bir yang kadarnya lebih keras ketimbang bir umumnya. Bir yang populer disebut “Dunkel” ini warnanya lebih gelap, dan efeknya benar-benar bisa bikin kliyengan kepala.
Orang Jerman memang dikenal suka menenggak bir. Bahkan kegemaran ini sudah seperti orang-
orang di negeri kita sewaktu minum teh di pagi hari, atau kopi di petang hingga teman begadang waktu nonton bola seperti hari-hari ini.
Warga di Nuremberg punya lokasi-lokasi favorit ketika menyeruput minuman berbusa yang rasanya pahit ini. Ketika matahari hampir tenggelam, taman-taman tempat nongkrong seperti Kettenstein di Marxplatz dekat Sungai Pegnitz, atau Burgwachter dan Hirsch di Vogelstrasse, dipastikan tumplek manusia.
Sekadar mengingatkan, dulu sewaktu perang dunia kedua berkobar hingga hari-hari akhirnya, kota ini jadi bulan-bulanan pasukan sekutu. Hampir 90 persen wilayah Nuremberg lebur dihajar bom yang dikirim bertubi-tubi lewat udara.
Nuremberg diincar karena kota inilah yang jadi salah satu ikon rezim Adolf Hitler. Penguasa bengis haus darah ini kerap menggelar pawai-pawai spektakuler pasukan Nazi. Juga di kota inilah Hitler mendeklarasikan Hukum Nuremberg 1935.
Isi hukum itu salah satunya, warga Yahudi harus diberi tanda agar bisa dibedakan dengan warga asli Jerman. Kini, bekas-bekas lapangan pawai pasukan Nazi dan gedung pengadilan perang Nuremberg kini masih bisa ditemukan situsnya.
Bekas lapangan parade Nazi kini terletak di sebelah tenggara di pinggiran Luitpoldhain, sekitar 4 kilometer dari pusat kota Nuremberg. Dari pusat kota Nuremberg bisa naik trem jalur 9 ke Luitpoldhain. Mau coba? (xna-dimuat di Laporan dari Jerman: Tribun Jabar World Cup 2006, 15 Juni 2006)

Agustus 14, 2007 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. kapan ya bisa ke JERMAN?

    Komentar oleh rera | Oktober 24, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: