dunia kecilku

you’ll never walk alone

world cup 2006: Dachau

DACHAU. Ini kamp konsentrasi tersohor pada masanya. Didirikan Adolf Hitler di pinggiran Muenchen, tempat ini merupakan kamp pertama Nazi yang dijadikan pusat penahanan mereka yang akan disingkirkan oleh kaum fasis Jerman.
Berpuluh tahun kemudian, bekas kamp konsentrasi yang disisakan bangunannya untuk monumen ini jadi latar seni instalasi karya sekelompok suporter sepakbola. Lokasi kamp ini sekarang hanya sekitar 12 mil dari Stadion Allianz Arena Muenchen.
Sekitar 120 orang mengumandangkan protes dan aksi keprihatinan atas maraknya semangat anti-semitisme serta hooliganisme. Inisiator sekaligus yang mengorganisir acara di sela-sela turnamen akbar ini adalah Mark Perryman.
Dia pendukung Inggris yang menggandeng klub atletik Maccabi Inggris. Selain Perryman yang asal Inggris, peserta aksi ini datang dari Polandia, Israel, dan Jerman sendiri sebagai tuan rumah.
Mereka mendengarkan testimoni dua korban hidup aksi holocaust yang berkisah tentang kehidupan di kamp konsentrasi itu. Setelah itu mereka berkeliling Dachau, menelusuri jejak-jejak kebengisan teknik pemusnahan massal manusia ala Hitler.
Kamp itu ditemukan pasukan AS ketika mereka menguasai Muenchen pada 1945. Saat itu kamp telah ditinggalkan serdadu SS. Tentara AS hanya menemukan bangunan-bangunan yang dikelilingi kawat berduri, dan tumpukan jenazah.
“Ini hanya sesuatu yang mungkin akan berarti, dan kami coba lakukan. Saya hadir di kamp ini untuk menunjukkan tak semua fans sepakbola itu hooligan,” kata David Beverley dari Scunthorpe di daratan utara Inggris.
Fans bola Inggris berharap turnamen Piala Dunia 2006 ini tidak dikotori aksi brutal para hooligan. “Aku takkan berharap orang Jerman mengalami masalah, dan juga aku tak berharap mereka atau orang-orang dari negara lain mengalami hal serupa,” kata Ian Lewis, fans bola dari Chester Inggris.
Sejauh ini, kasus kekerasan antarsuporter atau oleh suporter masih bisa diminimalisasi. Dua orang Inggris itu bergabung dengan sejumlah pemuda dari Jerman, fans Hamburger SV yang bersama-sama pergi selama enam jam ke Bavaria.
“Ini sangat penting untuk menunjukkan komitmen kami, khususnya selama piala dunia,” kata Sven Freese. Dia sendiri terkejut dengan keramahan yang ditunjukkan suporter, baik Inggris maupun Jerman yang ikut serta acara ini.
“Kami sebetulnya waswas dengan hooligan, juga kerusuhan,” kata Freese. “Tapi ternyata kami punya keinginan sama untuk yang terbaik,” lanjutnya. Lewis sendiri pernah merasakan atmosfer fans Inggris di jalanan kota Cologne.
Betapa mereka sangat patriotik menyanyikan lagu kebangsaan negeri mereka. Orang-orang Jerman yang menyaksikan ini sampai memberikan aplaus. “Itu sungguh menarik,” ujar Lewis.
Tapi berita buruk justru datang dalam tempo hampir bersamaan dari Stuttgart. Polisi Jerman menangkap sedikitnya 100 suporter Inggris karena melakukan aksi-aksi agresif dan jalanan yang dianggap bisa membahayakan umum.
Jumlah ini kemungkinan akan bertambah banyak seiring pertempuran yang menentukan nasib Inggris. “Mereka membabibuta, mencerca orang lain dan menyanyikan lagu-lagu rasis,” kata Stephen Thomas, kepala operasi polisionil Inggris di Jerman.
Gibolis “bondo nekat” (bonek) ini diproses berdasar ketentuan hukum Jerman yang memberi kewenangan polisi menangkap segera individu yang mengancam ketertiban umum. Tapi polisi Jerman memastikan orang-orang yang ditangkap ini bukan dari jenis hooligan.
“Tak ada hooligan di sana, cuma orang-orang mabuk,” kata Stephen Kelback, pejabat polisi di Stuttgart. Jumlah orangorang seperti ini sebetulnya sangat sedikit, jauh lebih sedikit dibanding mereka yang datang dengan niat menonton seni sepakbola.
Tapi kehadiran para bonek asal Inggris dan beberapa produsen hooligan baru seperti Polandia selalu saja merepotkan.
Mudah-mudahan komitmen sekelompok fans bola Inggris dan Jerman di bekas kamp konsentrasi Dachau terus menggelumbang, membesar, mewujudkan slogan turnamen, “A Time to Make Friend”. (xna-dimuat di Laporan dari Jerman: Tribun Jabar World Cup 2006, Juni 2006)

Agustus 14, 2007 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: