dunia kecilku

you’ll never walk alone

world cup 2006: bunker hitler


BERLIN digoyang samba. Inilah suasana beberapa hari jelang laga krusial Brasil versus Kroasia. Pertandingan akan digelar di Stadion Olimpiade Berlin, Rabu (14/6) pukul 02.00 WIB. Ratusan fans Brasil kerap terlihat di sejumlah tempat strategis di tengah kota berpenduduk 3,39 juta jiwa ini.
Mereka terlihat mencolok karena mengenakan atribut serba kuning, warna khas timnas Brasil. Dandanan, terutama cewek-ceweknya, lumayan seksi. Penampilan mereka akan makin panas manakala Ronaldo dkk tampil di lapangan hijau.
Berlin. Kota ini besar dan sangat bersejarah. Semasa perang dunia kedua, inilah kota yang jadi benteng terakhir pertahanan Adolf Hitler. Di jantung kota ini pula, Hitler memungkasi hidupnya menenggak sianida bersama sang kekasih, Eva Braun.
Pasca perang dan selama perang dingin, Berlin jadi simbol kekuatan blok timur. Setelah tembok pemisah diruntuhkan, dan Jerman menyatu, Berlin tetap kokoh jadi simbol. Sekarang, pusat pemerintahan Jerman ada di kota ini.
Berkeliling Berlin, pendatang rasanya tak kurang-kurang mendapati objek-objek menarik. Selain Gerbang Brandenburg yang terkenal, ada banyak bangunan-bangunan artistik dengan arsitektur mengagumkan.
Antara lain gedung balaikota, menara televisi, tugu kemenangan, gedung parlemen, dan kantor kanselir. Juga bisa disaksikan sisa tembok pemisah dua Jerman dan sejumlah pos militer eks tentara Jerman Timur.
Situs terbaru yang baru saja dibuka sebagai tujuan wisata adalah bunker yang pernah jadi benteng terakhir Adolf Hitler dan begundal-begundal Third Reich (Kerajaan Ketiga). Sejak Berlin jatuh ke tangan pasukan Sekutu, dan Hitler tewas, bunker ini ditutup rapat.
Masyarakat tak diizinkan melihat, apalagi masuk ke ruang bawah tanah yang terletak di bekas komplek kementerian luar negeri Nazi Jerman. Komplek ini posisinya sekitar dua blok dari Gerbang Brandenburg.
“Inilah saatnya membuat jelas sejumlah mitos dan legenda,” kata Dietmar Arnold, ketua Underworlds Berlin, lembaga yang meneliti bunker-bunker dan terowongan bawah tanah Berlin. “Pada akhirnya orang bisa menyaksikan tempat di mana Kerajaan Ketiga berakhir,” timpal Rochus Misch (88).
Misch mengaku pernah jadi operator telepon khusus di tempat persembunyian terakhir Hitler ini. Ketika Hitler dan Braun yang menikah sesaat sebelum bunuh diri, berada hanya tiga yard dari kamar Hitler yang dibakar atas perintahnya sendiri, 30 April 1945.
Führerbunker, demikian namanya disebut, hancur berantakan di tangan tentara merah Uni Soviet sesaat setelah mereka menemukannya.
Pada 1973, Stasi, polisi rahasia Jerman Timur, menggali bekas bunker itu, dan menemukan sejumlah terowongan dan ruang-ruang besar. Jalinan jalan yang ruwet dan gudang besar juga ditemukan di bawah Berlin.
Tapi tak ada satupun terowongan yang mengarah ke wilayah Jerman Barat. Beberapa ruang berhasil diidentifikasi sebagai ruang kerja, kamar tidur Hitler. Juga ditemukan ruang kerja dan kamar tidur keluarga Joseph Goebbels, kepala propaganda Hitler.
Goebbels ikut bunuh diri setelah Hitler mati. Sebelum menenggak sianida, Goebbels memaksa istri dan enam anaknya meminum pil serupa. Tapi jangan bayangkan bayangkan kondisi situs ini masih menyisakan aroma perang.
Taman parkir dan apartemen jangkung kini berada di sekelilingnya. Tapi pengunjung yang datang kadang dibuat heran. “Kita berkunjung ke monumen holocaust,” kata Dan Fischer (43), dari Santa Monica, Kalifornia.
“Tapi apa yang terjadi?” tanyanya keheranan. Petunjuk buat turis ke arah di mana situs berada sedikit sekali, dan terlihat tak mencolok. Lain lagi kata warga Jerman. Petunjuk jelas lokasi bunker ini justru malah mengkhawatirkan.
“Ini akan jadi pusat ziarah kaum neo Nazi,” katanya cemas. Sebaliknya juga, ahli sejarah mengritik pemerintah kota Berlin yang terkesan menyembunyikan identitas situs ini. Menurut mereka, sikap acuh pemerintah ini sama saja menutupi sejarah Jerman.
Terkait dengan Piala Dunia 2006, sedari awal ada kalangan yang cemas sejumlah even yang digelar di Berlin akan merangsang kembalinya semangat neo Nazi. Setidaknya, Stadion Olimpiade Berlin, adalah sisa-sisa peradaban Nazi Jerman.
Stadion Olimpiade Berlin akan dipakai untuk laga penyisihan, termasuk pertandingan Brasil vs Kroasia dan Inggris vs T&T, dan disiapkan sebagai arena pertarungan final pada 9 Juli mendatang.
Hitler membangun kawasan olahraga raksasa yang kemudian dipakai untuk Olimpiade 1939. Di tempat ini pula parade-parade raksasa ala Nazi digelar pada puncak masa jayanya. Tapi sebagian besar Berliner, sebutan warga Berlin, sudah mengubur masa kelam bangsanya itu.
Berlin ingin sepenuhnya tampil sebagai tuan rumah yang baik turnamen terakbar sejagat ini. Wisata situs Hitler hanya salah satu cara untuk mengingatkan semua orang, ada orang kejam yang hidupnya berakhir kelam di bawah tanah kota itu.(xna-dimuat di Laporan dari Jerman: Tribun Jabar World Cup 2006, 13 Juni 2006)

Agustus 14, 2007 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Good information

    Komentar oleh Bejo | April 22, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: