dunia kecilku

you’ll never walk alone

Eli Cohen, Kamal Amin Ta’abet, Kasus Munir

foto terakhir munir

SPION legendaris yang pernah dikenal dalam sejarah modern salah satunya adalah Eli Cohen. Pria Yahudi ini nyaris begitu sempurna bertindak sebagai mata-mata atau agen rahasia Mossad, dinas rahasia Israel.

Berkat aksi penyamarannya yang luar biasa itu, nyaris saja Eli Cohen diangkat sebagai deputi menteri pertahanan oleh pemimpin Suriah yang berkuasa saat itu. Andil Eli Cohen sepanjang bertugas di Suriah menjadikan Isreel menang gilang gemilang saat perang enam hari.

Cohen sukses mendapatkan data rinci tentang posisi meriam, pasukan, tank, artileri udara Suriah di sepanjang Golan. Dataran tinggi Golan pun direbut Israel dalam tempo amat singkat pada 1967. Benteng alam itu mereka kangkangi hingga sekarang.

Dalam banyak literatur diceritakan, Mossad sejak bertahun-tahun merancang operasi untuk menginfiltrasi Suriah, langsung ke jantungnya. Akhirnya pada 1961 mereka memutuskan satu figur agen yang dinilai punya kapabilitas 100 persen untuk dimasukkan ke Damaskus.

Istrinya, Nadia Majald, perempuan cantik berdarah Irak yang dinikahi pada 1949 pun tak tahu suaminya mata-mata. Yang ia tahu suaminya bekerja di kementerian pertahanan Israel. Pada 1965, atau 16 tahun setelah menikah, Nadia baru tahu siapa sesungguhnya Eli Cohen.

Infiltrasi ke Suriah ini diberi sandi “Operasi Sussanah”. Cohen diberi identitas baru Kamal Amin Ta’abet (kadang juga disebut Tabas). Lahir di Beirut Lebanon, orangtuanya warga Suriah (Muslim). Ayahnya bernama Amin Ta’bet, ibunya Sa’adia Ibrahim.

Di biografi fiktifnya yang disebar, keluarga itu bermigrasi ke Argentina, bisnis tekstil dan sukses. Kamal Amin Ta’abet (Eli Cohen) setelah dewasa berniat pulang ke Suriah karena alasan patriotisme.

Di Buenos Aires dia berkenalan dengan Kolonel Amin al-Hafaz, atase militer Kedutaan Suriah. Amin al-Hafaz inilah yang kelak terpilih jadi Perdana Menteri Suriah, dan menjadikan Kamal Amin Ta’abet (Eli Cohen) begitu dekat dengan pusat kekuasaan.

Hingga ia digantung di muka umum pada 1968, Cohen tetap menutup rapat mulutnya. Tak seorangpun yang pernah menyebut jati diri dia sesungguhnya. Tidak pula pemerintah Israel, meski dengan segala cara berusaha menyelamatkan nyawanya.

Meski tidak bermaksud untuk menganalogikan, kisah ini sepertinya pas untuk episode baru pengungkapan kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir. Jalinan ceritanya berpilin-
pilin rumit seperti kisah Kamal Amin Ta’abet (Eli Cohen) tadi.

Dalam berkas memori peninjauan kembali (PK), disebut sejumlah nama agen intelijen negara. Termasuk Polycarpus Budihari Priyanto, terdakwa tunggal pada kasus yang sama dan telah divonis bebas oleh mahkamah agung (MA).

Melibatkan organisasi intelijen tentu saja bukan perkara mudah. Di belahan manapun di dunia organisasi semacam ini memiliki metode dan cara kerja yang standar. Mereka pun mendesain pekerjaannya dengan standar keamanan maksimum.

Andai pembunuhan Munir merupakan operasi organisasi intelijen, tentu saja perencanaannya super detail. Bahkan mungkin hitungan waktunya sampai detik per detik. Oleh karena itu mengungkap tabir kasus ini perlu dukungan politik dan energi luar biasa besar.

Seperti Cohen, sulit rasanya percaya akan ada agen organisasi intelijen –meski petunjuk, indikasi, dan barangkali bukti-bukti penguat merujuk ke sosoknya– akan mengungkapkan jati diri dia sesungguhnya.

Hukum tutup mulut para mata-mata atau agen pembunuh dalam organisasi rahasia ini persis dengan tradisi omerta mafia Sisilia. Polycarpus Budihari Priyanto bukan Eli Cohen. Dia pun juga bukan Don Corleone.

Namun apapun tentangnya, kasus Munir terus menerbitkan kisah-kisah rumit menegangkan yang membangunkan citra publik tentang keberadaan sebuah organisasi rahasia dengan watak durjana .(*)

Agustus 14, 2007 - Posted by | kolom

13 Komentar »

  1. Israel tidak akan pernah terkalahkan klo hanya utk melawan negara Islam nungging seperti Arab, Suriah, libanon dan negara islam nunggimg sejenisnya. Menurut saya islam itu harus diberantas sampai ke akar akarnya karena selalu menyebarkan kekerasan dgn cara teror

    Komentar oleh chandra | November 16, 2007 | Balas

  2. bagus, banyak hal gelap dan banyak hal yang selalu gelap, namun memang banyak orang yang nama dan gambarnya tak boleh dipublikasikan demi tugas untuk negara. Apakah kasus pembunuhan munir adalah ‘Tugas negara” atau Tugas atasan/kemompok yang tak suka/terganggu? Benarkah BIN masa lalu 100 % tugas untuk negara dan rakyat; bukan untuk pemerintah dan kepentingan kelompok penguasa? Mungkin saatnya ada UU kerahasiaan negara, UU intelijen, saatnya neneliti ulang beberapa kematian tokoh seperti Agus, bungtomo, hasyim ‘asy’ari, dst. Jika masa lalu kita melakukan kesalahan, saatnya kini memeperbaiki dan minta maaf (tentu tetapa ada yang mesti bertanggung jawab dan dihukum sebagai kambing hitam yang dikorbankan). Viva indonesia.

    Komentar oleh zaky abdul 'aziz | Desember 4, 2007 | Balas

  3. Saya salut mengenai mossad,saya kaget dan kagum tentang cara mereka.Saya berharap bisa masuk dalam mossad untuk menghancurkan negara malaysia.

    Komentar oleh ronald | Desember 11, 2007 | Balas

  4. komentar saya ditujukan untuk orang yg mengaku “ronald”

    pertama. mossad memang harus dikagumi. Diantara dinas2 intelegent dunia lainnya (CIA, KGB, SIS), mossad pernah diunggulkan karena kehebatannya. Mossad sendiri adalah organisasi kecil, mengingat Israel adalah negara kecil, sehingga anggarannyapun terbatas. Namun dalam keterbatasannya itu, mossad mampu memaksimalkan segala sesuatu yg ada padanya demi kelancaran misi2 yg dijalankan.

    membaca komentar ronald, saya seperti membaca komentar anak kecil. lucu sekali, polos pula apa yg diutarakan ronald. mossad apabila merekrut orang, tidak sembarangan. Mossadpun tidak akan menerima orang yg secara sukarela menyerahkan dirinya untuk menjadi mata2, tetapi mossad sendiri yg harus memilih orang untuk dijadikan mata2. Sesudah melewati segala ujian dan latihan, barulah seseorang bisa menjadi mata2.

    Kemudian, mossad adalah organisasi milik pemerintahan Israel. Maka tidak mungkin mossad menghamburkan uang anggarannya untuk menghancurkan malaysia, karena memang tidak ada kepentingannya sama sekali bagi Israel.

    Kamu ini aneh ronald, dan masih anak2 pula. makanya jangan bicara sembarangan.. hahahaha..

    Komentar oleh zulkarnaen | Januari 4, 2008 | Balas

  5. Saya baru selesai membaca buku tentang “Mossad, Menguak tabir dinas intelijen Israel” buku ini menurut saya bagus sekali dan saya kagum dengan kehebatan mossad dan para agent nya yang luar biasa. sekali pun mereka negara kecil dan di kepung oleh musuh-musuh Israel namun mereka tetap survive. ditambah lagi kepandaian luar biasa dari orang Israel yang memang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun termasuk oleh musuh-musuh Israel (Kalau mereka mau jujur lho ya …:). Saya sedang mencari buku Sejarah Rahasia Mossad yang di tulis oleh Gideon Spies. Gimana cara dapatin nya ya ?😀 ….

    salam,
    phe

    Komentar oleh Phe | Agustus 9, 2008 | Balas

  6. kitab-kitab agama samawi sudah merinci tentang kehancuran israel yahudi serta para sekutunya, waktunya sudah dekat, sangat dekat….seperti memanen anggur dimusim panas.

    Komentar oleh Fitto | November 13, 2008 | Balas

  7. komentar ini ditujukan buat yang ngaku namanya chandra….
    anjing kamu yaaa…ngata2ain Islam penyebar teror!!! tindakan terorisme ada siap lagi kalo secara langsung atau gk langsung dipicu oleh tindakan Bbi-babi Zionis itu! Jangan2 kmu agen Mossad juga Njing.

    Komentar oleh vincent | Desember 8, 2008 | Balas

  8. setelah membaca buku mossad:
    1.Israel adalah negara yang didirikan atas landasan rasa keberagamaan dan persaudaraan
    2.Yahudi memakai cara2 apapun untuk mencapai tujuannya
    3Israel atau Mossad bukan yang terhebat tetapi saya mengakui orang2 yahidi punya banyak kelebihan. Sesuai yang Allah paparkan mereka punya kelebihan berfikir tetapi mereka juga licik luar biasa
    4 Buat saya seharusnya setelah membaca buku ini menjadikan kita berfikir bahwa kita harus lebih bersungguh2
    5. Mossad atau yahudi bukan yang terhebat, kita jauh punya yang lebih hebat atau kita juga akan punya yang lebih hebat kalo kita berkaca pada sejarah zaman Muhammad SAW
    Bagaimana Hamzah, Khalid bin Walid dan Ali bin Abi Thalib merancang strategi melawan orang2 yang memerangi Islam
    Masa mau gabung di mossad???? Kok enggak banget yah….

    Komentar oleh RATMI | Januari 28, 2009 | Balas

  9. Baca buku jangan ditelan bulat2 tapi jadikan referensi dan disaring2 juga lhoo…Trus mesti tau juga siapa yang nulis dan ada tujuan besar apa di balik penulisan buku tersebut.

    Komentar oleh RATMI | Januari 28, 2009 | Balas

  10. Aye emang kagum dengan mossad. tapi kekaguman gue cuma sekedar kekaguman. Aye berharap intelegen kita bisa sperti eli cohen. tapi apa bisa? Kalo negare eni pemimpinnya masih mikirin bagaimana meraup kekayaan sebanyak-banyaknye buat dirinye endiri. mari kita koreksi ndiri kite masing-masing

    Komentar oleh johnson | Maret 27, 2009 | Balas

  11. Mossad memang hebat dan salah satu pilar kenapa negara Israel masih tetap berdiri walaupun ditengah2 negara musuh yang lebih besar.
    Itu harus diakui … yang tidak mengakui fakta ini hanya orang2 yang tidak bisa berpikir logis … penuh emosional. Fanatik yang tidak jelas. Extrimis. Yang harus dibabat habis di Indonesia ! Orang2 pengecut yang saat jaman orde baru melarikan diri ke luar negeri … ketakutan … dan sekarang balik ke Indonesia dan menyatakan diri mereka “orang2 yang berani mati untuk agama dan Allah” … hahaha menggelikan. Kenapa saat dulu tidak berani nongol ? lari ketakutan dgn rezim orde baru …

    Komentar oleh quick john | Juli 2, 2009 | Balas

  12. mossad memang hebat.. isinya orang2 pintar dan nekat.. tapi gak bisa dipungkiri,hampir semua operasi mrk yg sukses dipengaruhi oleh faktor keberuntungan jg.. ada aja jalan yang disiapin bwt mrk..

    oiya, saya teringat dengan ucapan/komentar Mahatir Mohammad beberapa tahun lalu ketika beliau masih menjabat Perdana Menteri Malaysia klo tdk salah di harian media indonesia, beliau mengatakan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang unggul.mrk menguasai disegala bidang kehidupan karena kepintaran mrk..

    mgkn maksud dari perkataan beliau adalah,” kalau mau pintar dan maju,ya harus bergaul akrab dengan orang yang pintar jg..”

    ambil positifnya saja..

    bwt phe yg nyari buku gideon spies,di gramedia ada koq.. bahkan udah terbit edisi keduanya..

    Komentar oleh oki | Agustus 19, 2009 | Balas

  13. KOMENTAR INI BUAT YG BERNMA CHANDRA..ENTE TAU APA TENTANG ISLAM,KARNA ENTE KOMUNIS,ENTE PASTI BUDAK DAJJAL,NERAKA JAHANNAM TEMPAT YG LAYAK UNTUK ORANG SEPERTI ENTE…

    Komentar oleh SEAMEE | Oktober 3, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: