dunia kecilku

you’ll never walk alone

trip to europe: Wolfsburg, Volkswagen

vw wolfsburg

SATU hal yang membuat saya kagum begitu menginjak daratan Jerman adalah maraknya mobil-mobil keluaran Volkswagen di jalanan, serta menjamurnya mobil-mobil convertible berjenis-jenis.
Ada Skoda, VW, Audi, Porsche, BMW. Mobil jenis ini tentu di Bandung jumlahnya masih bisa dihitung jari. Sementara sedan Mercedes Benz dan BMW berbagai seri yang kalau di negeri kita tergolong kendaraan mewah, di Jerman cuma jadi mobil taksi.
Demikian pula VW Caravelle, yang kalau di kita termasuk mobil keluarga prestisius, di Jerman lebih banyak jadi kendaraan niaga, ekspedisi, bengkel, atau transporter. Roman Langer, pegawai VW Group, yang istrinya orang Bali menyebut Audi sebagai mobil terbaik.
Harganya terhitung tinggi di antara kendaraan sekelas keluaran VW. “Mahal karena irit sekali untuk ukuran Eropa,” kata Langer kepada saya saat bertemu di restoran China Kaiser Braunschweig.
Langer ini bekerja di bagian test drive di pabrik VW Wolfsburg. Dia dan keluarganya tinggal di Gifhorn, kota kecil kira-kira 25 km dari Braunschweig. Sekilas perawakan dan wajahnya mirip Oliver Khan, kiper Jerman yang kondang itu.
Nah, soal VW ini, Pemkot Braunschweig rupanya menyiapkan “bonus”. Kamis, 21 Juni, Elke Gerlach dari Pemkot Braunschweig mengantar kami ke pabrik Volkswagen di Wolfsburg.
Turut serta Ny Mimi Landri Schluter dan anaknya, Moris. Mimi ini perempuan Padang yang kawin dengan warga Jerman, dan mukim di Wolfenbuttel. Kota kecil ini terletak di pinggiran Braunschweig. Mimi jadi pemandu kami selama di Braunschweig.
Suasana tentu riang, meski sesiangan itu hujan mendera. Volkswagen dan Wolfsburg sulit dipisahkan karena bak cermin dibelah dua. Kanselir Adolf Hitler membangun pabrik VW sejak 1934 tak cuma sebagai produsen mobil pribadi, tapi juga pusat industri kendaraan tempur untuk persiapan perang pemerintahan Nazi.
Bersamaan itu pula permukiman pekerja pabrik VW dibangun di desa Hesslingen, yang waktu itu termasuk wilayah Gifhorn. Komplek permukiman itu pada 1938 dinamai Stadt des KdF-Wagens (City of the KdF Car).
Itulah cikal bakal Wolfsburg yang sekarang. Perjalanan dari Braunschweig ke Wolfsburg kurang dari sejam menggunakan bus. Letaknya di timur laut Braunschweig, diapit kota Gifhorn di utara dan Helmstadt di timur. Sungai Aller mengular di sisi kota.
Fasilitas publik sangat lengkap, termasuk stadion megah Volkswagen Arena, markas klub Bundesliga VfL Wolfsburg asuhan Felix Magath. Juga kanal besar alur pelayaran kapal-
kapal tongkang pengangkut batubara, mobil, dan bahan baku industri VW.
Pemandangan mencolok mata begitu memasuki Wolfsburg adalah empat cerobong asap raksasa di pusat pembangkit listrik VW. Ada tradisi VW tiap Natal, cerobong itu disulap jadi lilin raksasa yang benar-benar mengeluarkan api di puncaknya.
Pembangkit ini selain memenuhi kebutuhan VW, juga dipakai untuk memasok energi ke seluruh penjuru Wolfsburg. Fasilitas lain rumah sakit besar, hotel mewah The Ritz-Carlton, jalur kereta, dan jaringan jalan sepanjang 75 km.
Kirchner, sopir bus Munstock yang mengantar kami bercerita VW, Wolfsburg, Adolf Hitler, dan Ferdinand Porsche merupakan satu kesatuan. Desain kota sejak awal disusun dengan metode perang dan dirahasiakan.
Karena itu ada hutan lebat di banyak tempat yang oleh Hitler dijadikan kamuflase pabrik. Bahkan di sebuah hutan lebat di sisi jalan menuju Wolfburg terdapat wisma khusus yang dulu dijadikan tempat screening orang-orang yang datang ke Wolfsburg.
Sampai di gerbang masuk pabrik VW ada sejumlah petugas khusus yang menyambut. Semua telepon seluler dan kamera wajib ditinggal di pos. Walhasil, tur ke dalam pabrik pun tanpa dokumentasi foto.
Masuk ke komplek ada jalan besar dua arah sepanjang lebih kurang tiga kilometer membelah pabrik. Luas total pabrik VW ini kira-kira 7 kilometer persegi, nyaris seluas negara Monaco. Area parkir mobil karyawan maha luas.
Berpuluh-puluh ribu kendaraan terparkir rapi sejauh mata memandang. Tak tampak satupun mobil butut terparkir. Kata Kirchner, setiap tahun karyawan VW dapat jatah pembelian mobil terbaru dengan harga tentu saja sangat miring.
Jumlah pekerjanya sendiri lebih kurang 48 ribu orang dengan total produksi keluar setiap harinya 2.300 mobil. Di halaman berumput kantor utama VW terdapat papan digital cukup besar. Ada deretan angka mencolok.
Saat kami masuk angka di papan tertera 44.677.175. Artinya itu total mobil VW yang diproduksi sampai detik kami lewat. Kirchner, si sopir bus mengatakan saat pulang angka itu pasti sudah berubah.
Paket tur diawali pemutaran film di bioskop mini milik departemen komunikasi VW. Durasi 15 menit, isinya ringkasan sejarah dan produksi VW terkini. Awal yang manis untuk kunjungan pabrik yang benar-benar dikemas profesional untuk industri wisata.
Setelah itu rombongan langsung dibawa ke seksi pemotongan pelat baja dan pengepresan komponen mobil. Suara mesin-mesin raksasa bergemuruh dan roda berjalan memutar simultan tanpa henti.
Tur keliling pabrik selanjutnya dipandu menggunakan kereta mini tanpa atap yang ditarik mobil VW Golf convertible. Karena saat itu sedang produksi VW Golf, maka keseluruhan proses yang dipamerkan adalah tentang VW Golf.
April lalu, Volkswagen telah melewati angka 25 juta produksi VW Golf. Meski pekerjanya sangat banyak, proses perakitan mobil lebih banyak menggunakan tenaga robot. Alhasil, yang kemudian dilihat adalah lengan-lengan robot yang bekerja tanpa lelah dengan presisi tinggi.
Momen paling menarik dari keseluruhan proses pembuatan mobil di pabrik VW ada pada tahap “perkawinan”. Yaitu ketika lengan-lengan robot menyatukan bodi dengan rangka kaki-kaki dan sasis mobil.
Proses ini cuma butuh waktu tak lebih dua menit, bersih. Tenaga manusia hanya tampak saat penyambungan komponen-komponen yang sifatnya dinamis, finishing, dan quality control. Selebihnya serba robot serba mesin.
Tur pabrik berakhir setelah sekitar dua jam berkeliling. Ketika bus melewati papan informasi produksi di halaman kantor pusat VW, di sana tercantum angka 44.677.298. Artinya, selama dua jam itu telah keluar 123 unit mobil VW baru!

Juli 4, 2007 - Posted by | journey

1 Komentar »

  1. mas, saya tertarik untuk berkunjung ke Pabrik VW di Wolfsburg. kemana saya bisa menghubungi yah? thanks

    Komentar oleh ari | November 3, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: