dunia kecilku

you’ll never walk alone

trip to europe: Braunschweig

braunschweig

SUNGGUH beruntung di Kota Braunschweig saya dan rombongan dari Bandung menginap di Ringhotel Deutsche Haus. Ini salah satu hotel kuno dengan fasilitas bintang empat. Kamarnya besar-besar namun tanpa pendingin udara.

Meski bintang empat, jangan harap ada banyak pegawai hotel bersliweran seperti di Indonesia. Di hotel ini, dan umum di hotel-hotel di Eropa, tak ada portir, bell boy, room boy yang nongol setiap saat di lorong-lorong ruangan.

Tetamu harus siap melayani dirinya sendiri, termasuk menjaga kebersihan kamar. Mahalnya gaji tenaga kerja agaknya jadi salah satu faktor yang membuat layanan hotel di Eropa agak berbeda dengan di Indonesia.

Letak hotel ini hanya sejengkal dari titik awal berdirinya kota Braunschweig, yaitu di Ruhfautshenplatz 1. Dari pintu depan utama hotel, terlihat menjulang bangunan balai kota (Rathaus/City Hall) Braunschweig.

Tak memiliki halaman karena plaza kecil melingkar di depan hotel dipakai untuk parkiran umum. Sementara antara hotel dengan plaza itu ada jalan berbatu yang dipakai untuk umum, pejalan kaki dan pesepeda. Kadang-kadang mobil juga lewat di sini.

Di sisi kanan merupakan Burgplatz, komplek bangunan kuno yang didirikan pada abad 12. Sentrum komplek ini patung singa (Braunschweiger Lowe) yang berdiri tegak di altar di tengah plaza luas, yang kerap dipakai untuk festival dan pentas seni.

Plaza ini bak inti jaring laba-laba kota lama Braunschweig yang terdiri gedung, kastil, dan rumah-rumah tradisional berdinding papan dominan warna putih gelap yang didirikan pada abad pertengahan.

Jalan-jalan yang menghubungkan komplek ini semuanya berbahan batu alam yang disusun rapi. Konstruksi jalan seperti ini selalu mengingatkan saya akan gambaran zaman Romawi kuno yang dikisahkan banyak sumber.

Ada kastil Dankwarderode, katedral St Blasii, Landesmuseum. Braunschweig sendiri dulu terdiri dari tiga bagian besar. Pertama Burgplatz tadi, kedua Alstadtmarkt (Pasar Kota Lama), dan Hagenmarkt.

Di Alstadtmarkt terdapat antara lain gereja St Martini, Alstadt Rathaus (balai kota lama), Gewandhaus, patung Marienbrunen, Landsgaftliches Haus (bekas gedung parlemen) dan gereja St Ulrici Bruder.

Sementara di Hagenmarkt ada gereja St Katharina, patung perunggu Henri the Lion, gereja St Andrea, Alte Waage (komplek rumah tradisional Jerman berbahan papan yang telah direstorasi).

Hagenmarkt punya nilai tersendiri dalam sejarah Braunschweig. Selain sebagai pasar tradisional di zamannya, tempat ini merupakan gerbang masuk ke Braunschweig. Kini Hagenmarkt dikelilingi pertokoan modern dan titi temu bus dan trem dari berbagai jurusan.

Tiga komplek kuno ini berkombinasi dengan pusat-pusat bisnis dan pertokoan di Schloss Strasse, Wenden Strasse, Lange Strasse dengan centrum-nya Schloss Arkaden di bekas Istana Ducal yang direstorasi sempurna pada awal 2007.

Soal restorasi, Jerman memang salah satu jagoannya. Braunschweig sendiri hancur lebur saat perang dunia II. Istana Ducal malah tak berbentuk. Tapi pasca perang, semua dibangun ulang rinci persis seperti bangunan aslinya dulu.

Kombinasi kuno-modern itu masih ditambah ekologi dan tata kota yang sangat ramah terhadap pejalan kaki maupun pesepeda. Di belakang Burgplatz, ada deretan pertokoan dan kantor yang jalan-jalan berbatunya benar-benar bebas motor.

Trotoar di semua penjuru kota dibuat lapang, jalur sepeda dibuat khusus. Pepohonan merindang di sepanjang jalanan kota ini. Walhasil, jalan-jalan sore-malam di Braunschweig menurut saya tak pernah ada bosannya.

Pemandangan menarik lagi di seantero kota, setiap pohon yang mulai tumbuh besar diberi pengamanan sangat ketat bak bayi. Batangnya dari permukaan tanah hingga seleher orang dewasa diselimuti rapat anyaman semacam batang jagung.

Perlindungan itu dibuat agar batang pohon tak tergores, atau diusili orang. Pohon yang sudah besar dan posisinya di pinggir jalan biasanya diberi pagar besi atau pipa di sekelilingnya, supaya tidak tersenggol bemper mobil yang parkir.

Semua demi kehidupan pohon. Sungguh bukti betapa tingginya concern Pemkot Braunschweig dan warganya melindungi lingkungan untuk masa depan. Tak hanya di Braunschweig, di kota-kota besar lain di Jerman pun pohon-pohon diperlakukan serupa.

Udara Braunschweig memang terasa bersih setiap saat. Ke mana kaki melangkah, kesegaran bisa dirasakan berkat pengelolaan lingkungan hijau yang nyaris sempurna. Taman-
taman kota ada di mana-mana. Apalagi cuaca summer di Eropa lumayan bersahabat.

Hawa dingin sejuk seperti di kawasan puncak Tangkubanparahu. Matahari bersinar cerah, meski kadang berselimut awan. Siang di Eropa lebih panjang karena matahari umumnya baru tenggelam pukul 23.00. Terbitnya sih biasa seperti di Indonesia.

Di luar kota apalagi. Hutan, yang kebanyakan di bawah perlindungan negara, ada di banyak titik, menyumbangkan sirkulasi udara bersih setiap saat. Keseimbangan lingkungan ini juga berdampak bersihnya sungai-sungai di Jerman.

Sungai Oker yang melingkungi Braunschweig terawat baik. Di musim panas, Sungai Oker biasanya jadi lokasi favorit warga melepas lelah. Naik kano, gondola lengkap dengan bar table, ngopi, atau sekadar ngebir di pinggir sungai bukan pemandangan aneh.

Di sepanjang komplek Universitas Teknik Braunschweig di Rebenring, suasananya mirip-mirip di kampus ITB. Mahasiswa lalu lalang, duduk-duduk di taman yang nyaman, atau hilir mudik pakai sepeda. Bedanya, mahasiswa di sana banyak mendapat kemudahan dan di sini jarang ada sepeda.

Fasilitas untuk mahasiswa antara lain diskon karcis trem, bis, kereta, nonton film di bioskop, dan makan di menza atau kantin kampus. Satu lagi pembeda, lingkungan hijau di Technische Universitet Braunschweig (TUB) jauh lebih baik.

Alumnus TUB dari Bandung saya yakin cukup banyak, karena di masa jayanya IPTN banyak orang muda yang dikirim ke sana. Begitu juga student dari PT PAL dan industri-
industri strategis lain ketika dipegang BJ Habibie.(*)

Juli 4, 2007 - Posted by | journey

1 Komentar »

  1. Halo Bapak,

    Perkenalkan, saya Heru.
    Kalau tidak ada halangan dalam bulan Februari 2008, saya akan melakukan kunjungan ke Braunschweig dalam rangka tugas perusahaan.
    Kalau tidak keberatan kita bisa berteman disana.
    Terima kasih sebelumnya dan sampai ketemu di Braunschweig.

    Salam,
    Heru

    Komentar oleh Heru | Januari 23, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: